SUMUT

NASIONAL

LSM FORMAFERA Sumut Minta Penjelasan, Diduga Pembangunan Jalan Nasional Pakpak Bharat Diduga Tidak Sesuai RAB

Kamis, 25 Juni 2020 | 12.14 WIB
Kali Dibaca |


Pakpak Bharat, metrokampung.com
Tim Investigasi Kabupaten Dairi surati Direktorat Jendral Bina Marga Provinsi Sumatera Utara melalui LSM Formafera DPW Sumut  atas adanya temuan tidak sesuai prosedur pekerjan jalan Nasional Pakpak Bharat-Subulussalam yang terkesan dikerjakan asal-asalan.

Atas temuan yang dimiliki, LSM Formapera Sumut melayangkan surat permemintaan Klarifikasi dan penjelasan kepada Balai Besar Sumatera Utara.

Adanya temuan ini tim investigasi menduga jalan nasional tersebut tidak layak pakai dan kemungkin rentan rusak dalam waktu dekat ini, saat di temui di kantor balai besar sumut, kepala bidang pembangunan dan pengujian Ir.Bambang Pardede, M.Eng mengatakan sangat apresiasi akan laporan- laporan pihak lembaga maupun masyarakat untuk menciptakan hasil kinerja yang baik dan layak pakai,"Jika memang tidak sesuai maka kita akan minta bongkar dan akan minta ulangi kembali kerjaannya", begitu Kata kata bambang," ucap ketua Lsm Formapera pada metrokampung.com (25/06/2020).



Ir.Bambang Pardede.M.Eng juga meminta tim Investigasi untuk lebih spesifik agar pihak balai bisa segera melakukan tindakan secara responsif.

Melalu surat LSM DPW Formafera Sumut dengan nomor 09/FMPN-BMBB/V/2020 tertanggal 20 Juni 2020 tim Investigasi sudah memaparkan beberapa point penting yang diduga dikerjakan tidak sesuai RAB dan jalan Nasional itu akan rusak dalam jangka waktu dekat.

"Ini kan jalan Nasional lintas Aceh yang sering di lalui truk bermuatan di atas 10 ton, jika pengerjaannya tidak benar-benar sesuai RAB dalam waktu dekat jalan ini bakalan hancur lagi, gak lamanya ini," tegas tim investigasi.

LSM Formapera kedepan berharap kepada Kepala Direktorat Jendral Balai Besar Sumutera Utara segera mengambil tindakan dan memberikan klarifikasi terkait temuan-temuan itu.

"Kami akan tetap mengawasi jalannya pekerjaan ini,bila perlu kita sama-sama uji kelabolatorium kadar aspalnya," tegas Ketua Tim Investigasi.(Jf/vich/Mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru