SUMUT

NASIONAL

Menuju New Normal, Objek Wisata Karo Akan Dibuka, Saat Ini Disiapkan Protokolnya

Senin, 15 Juni 2020 | 20.52 WIB
Kali Dibaca |

Kadis Pariwisata Kabupaten Karo Munarta Ginting saat di konfirmasi wartawan.
Karo, metrokampung.com
Setelah ditutup sejak 2 bulan yang lalu, Pemkab Karo berencana membuka objek wisata di Kabupaten Karo. Tujuannya, diantaranya untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat yang kian merosot di tengah pandemi Corona.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH melalui Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo,  Munarta Ginting menegaskan hal itu saat berkunjung ke salah satu tempat objek wisata, Senin (15/06).

Munarta Ginting menyampaikan, sektor wisata merupakan penopang ekonomi bagi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan ekonomi kehidupannya dari geliat sektor wisata.

Tidak hanya sektor transportasi, seperti travel wisata. Namun, juga pelaku UMKM, seperti pedagang makanan, minuman, kerajinan, hingga sektor lainnya. Termasuk pekerja di sektor wisata.

“Karena itu, masa new normal ini kami mulai mengkaji seluruh sektor yang bisa menggerakkan ekonomi. Termasuk membuka kembali sektor wisata. Kami tengah evaluasi dan lakukan persiapannya,” sampainya.

Tentu saja, menurut Munarta Ginting , pihaknya tidak bisa serta merta membuka tempat wisata. Pelaku wisata dan semua yang terlibat dalam kegiatan jasa wisata, harus benar-benar menyiapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya menggunakan masker di tempat-tempat wisata, tetapi juga sarana penunjang lain. Seperti penggunaan thermo gun, bilik disinfektan, dan berbagai sarana lainnya di tempat-tempat wisata.

“Memulai kehidupan yang baru harus benar-benar disiapkan dengan baik. Kami akan berkomunikasi dengan pelaku sektor wisata untuk kesiapannya,” ujarnya.

Munarta Ginting menambahkan " Untuk persiapan new normal ini, tidak hanya protokol untuk hotel dan restoran. Termasuk tempat wisata juga ada juknis yang harus dipatuhi saat mulai membuka tempat wisata,” terangnya.

“Akan ditetapkan kuota pengunjung per harinya agar tidak ada kerumunan. Untuk itu, kemarin pun sudah saya sampaikan kepada pihak hotel agar menerapkan protokol kesehatan untuk menuju new normal New normal atau (tatanan hidup baru,seperti harus pakai masker, mengatur jarak dan mencuci tangan)," jelasnya.

Di tempat terpisah salah satu pengurus STM (Serikat Tolong Menolong) Pasar Buah Berastagi, Firmandus Ginting  Ketika di konfirmasi wartawan mengatakan "kami selaku pedagang di Pajak Buah Berastagi ini sangat mendukung kalau Kabupaten Karo ini menuju new normal, karena kalau masih terjadi penutupan objek wisata yang berlama-lama, otomatis pendapatan kami sangat berkurang, bahkan bisa rugi besar," ungkapnya.

Seraya menjelaskan secara rinci terkait buah-buahan dagangan mereka yang gampang busuk.

Terkait  objek wisata sudah kurang lebih 3 bulan ditutup Ginting berharap kiranya kepada wisatawan yang berkunjung dan berbelanja  Berastagi, kalau bisa janganlah di suruh putar balik, ya paling tidak kita suruh dia pakai masker atau di cek suhu tubuhnya, kalau mereka tidak pakai masker atau kurang fit, itu bisa kita suruh putar balik, atau ketika mau masuk ke Pajak Buah atau ke tempat wisata di wajibkan pakai masker atau cuci tangan," ucap Ginting.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru