SUMUT

NASIONAL

Oknum Dosen Telantarkan Istri dan Bayi yang Tak Diakui sebagai Anak

Sabtu, 11 Juli 2020 | 11.24 WIB
Kali Dibaca |

Pernikahan oknum Dosen UINSU berinisial TMS dengan Siti Al Hajar Nasution pada 7 September 2019.(foto:ist)
Tanjung Morawa, metrokmapung.com
Berharap suaminya yang pulang saat terdengar ketukan pintu dari luar, Selasa (16/6/ Juni) malam lalu, Siti Al HAjar Nasution warga Desa Dagang Kelambir, Dusun I, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara justru dibuat kaget.

Harapannya mendadak sirna karena si pengetuk pintu ternyata seorang pemuda yang dikenalnya sebagai kawan sang suami, sekaligus saksi pernikahannya pada September 2019 silam dengan TMS, yang disebut-sebut berprofesi sebagai Dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut).

Tapi, asanya mendadak berantakan. Wajah manis wanita 21 tahun itu seketika muram seolah menggambarkan kehancuran hatinya. Ada apa gerangan. Ternyata pemuda itu hanyalah kurir yang sengaja datang untuk mengantar sepotong surat.

"Seperti disambar geledek. 3 bulan tak pulang. Tak ada kabar berita dan tak pernah memberi nafkah lahir batin, dia (suami) justru mengirim surat cerai ini," kisah wanita muda yang akrab disapa Ajar itu sambil berurai air mata.

Dalam suasana hati yang campur aduk, ibu dari seorang bayi yang masih berusia 4 bulan buah hubungannya dengan TMS itu meluapkan kekecewaannya dengan meremuk surat yang dibubuhi materai 6000 itu.

Namun niatnya untuk merobek itu lalu terhenti seiring dengan tangisnya yang juga mereda. Perlahan mulai dirapikannya kertas itu meski tak bisa kembali seperti sedia kala.

"Mungkin inilah gambaran kelicikan seorang laki-laki pengecut yang berani berbuat tapi tak berani bertanggungjawab atas perbuatannya. Semoga karma tak berlaku kepadanya," cetus wanita semampai itu.

Kepada wartawan ia mulai bercerita bahwa suaminya itu adalah seorang dosen di UINSU Mereka berkenalan  Oktober 2018 silam di Medan Night Market, Jalan Adam Malik Medan.

"Layaknya orang pacaran, ya banyaklah janji-janji manisnya. Apalagi dia seorang dosen, pendidik yang gak mungkin bohong saya kira. Sampai akhirnya saya terlena dan mau aja diajaknya berbuat hal yang tak pantas," ucapnya sedih.

Akibat perbuatan terlarang itu, wanita berambut panjang inipun akhirnya hamil. Memasuki 4 bulan kehamilan, TMS masih terlihat beritikad baik. Persis pada 7 September 2019, mereka akhirnya menikah hanya disaksikan keluarga Ajar dan rekan TMS yang bertindak sebagai saksi.

"Janji dia (TMS) saat itu, ia akan segera mengurus surat nikahnya. Ya karena saya gak ngerti masalah urusan administrasi itu, saya ngikut aja apa yang dia bilang. Sampai akhirnya dia pernah nunjukkan buku nikah itu ke saya dan ke mamak setelah sudah jadi.

Tapi waktu kamu minta, dia gak ngasih, alasannya mau ditunjukkannya ke buyanya (bapak) dahulu," urai Ajar dengan mata berkaca-kaca.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya anak dari buah cinta mereka akhirnya lahir pada 17 Februari 2020. Layaknya suami, TMS turut serta mendampingi persalinan sang istri.

"Namun usai melahirkan, gelagatnya mulai berbeda. Dia mulai jarang datang. Tak pernah ngasi nafkah lahir. Kalau datang pun sebatas ngasi uang beli pampers sebulan sekali 200 ribu. Sedangkan untuk saya tidak pernah, hanya mau nafkah bathin. Bahkan parahnya, setelah itu ia 3 bulan menghilang tanpa kabar berita," tuturnya kecewa.

Yang semakin membuat hati Ajar semakin hancur adalah ketika Senin (15/6/2020) lalu, ia yang mendapat informasi keberadaan suaminya di salahsatu kafe di kawasan Griya, Jalan Amir Hamzah Medan.

"Sengaja jauh-jauh aku bawa anak yang sudah rindu ama bapaknya. Tapi sampai sana bapaknya justru terlihat sama perempuan lain. Walaupun hati hancur, tapi aku masih berusaha jangan sampai dia malu dihadapan orang ramai sampai akhirnya dia ngajak aku ke lokasi lain untuk ngobrol," sebutnya.

Saat itulah, sambungnya, di hadapan perwakilan keluarga Ajar, pria berambut gondrong itu langsung menjatuhkan talak.

"Janjinya dia menyerahkan buku nikah itu dan akan segera mengurus perceraian. Bahkan di hadapan paman Ajar, dia ngaku gak pernah ngajar di kampus UIN. Memang kejam kali dia bang," ujarnya.

Kelanjutan dari talak yang dijatuhkannya itulah, pada malam harinya teman TMS mengantarkan 2 lembar kertas bermaterai berisi menceraikannya.

"Pernikan ini terlalu gampang dibuatnya. Dia dosen UIN yang artinya paham agama. Tapi begini perlakuannya terhadap kami. Saya mohon kepada Rektor UIN untuk memperhatikan kasus ini. Apalagi saya dengar dia memang hobi main perempuan. Sudah banyak korbannya. Seperti saya dan anak saya yang sekarang hancur. Kami berharap suatu saat ada hukuman setimpal yang diterimanya kelak," pungkas Ajar.(rel/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru