Presiden Prabowo Resmi Tutup PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Tapanuli Utara Tunjukkan Loyalitas Tinggi

Editor: metrokampung.com

​GORONTALO, metrokampung.com
Puncak perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 di Provinsi Gorontalo resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah yang dijuluki Serambi Madinah tersebut, sekaligus menandai kunjungan kepresidenan kedua kalinya ke Gorontalo sepanjang tahun 2026.

​Antusiasme luar biasa tidak hanya datang dari tuan rumah, tetapi juga dari ribuan peserta yang memadati lokasi acara sejak pagi hari. Salah satunya ditunjukkan oleh Kontingen Kabupaten Tapanuli Utara yang bergabung di bawah payung Kontingen Provinsi Sumatera Utara.

​Pantauan di lokasi, sekitar pukul 07.00 WITA, para peserta dari berbagai penjuru nusantara sudah mulai memadati pelataran utama. Meski kondisi di lapangan sangat padat, berdesakan, hingga saling berhimpitan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta. Sengatan suhu panas khas Gorontalo yang cukup terik seolah tidak menjadi penghalang bagi Kontingen Tapanuli Utara untuk tetap setia di lokasi demi bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo Subianto beserta rombongan hingga acara usai.

Bukan Sekadar Seremoni
​Lebih dari sekadar seremoni penutupan, momentum PENAS XVII kali ini dinilai menjadi bukti nyata dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat kolektif dalam membangun daerah. Dari bumi Gorontalo, pesan kuat mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan, mendorong inovasi pertanian, serta mewujudkan masa depan Indonesia yang mandiri kembali digaungkan secara nasional.

​Apresiasi tinggi juga mengalir kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara ini, mulai dari para petani, nelayan, penyuluh, relawan, jajaran panitia, hingga masyarakat lokal Gorontalo yang telah menunjukkan keramahtamahan luar biasa sebagai tuan rumah.

​"Hari ini PENAS XVII berakhir, tetapi semangat untuk berkarya dan mengabdi bagi negeri harus terus berlanjut," ungkap salah satu perwakilan peserta dengan optimis.

​Gorontalo telah sukses memberikan kesan mendalam bagi seluruh perwakilan daerah, dan kini saatnya semangat inovasi pertanian tersebut dibawa pulang ke daerah masing-masing—termasuk ke tanah Tapanuli Utara—untuk diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan Indonesia.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini