SUMUT

NASIONAL

Pjs. Kades Tanjung Planduk Arogan Saat di Konfirmasi Wartawan

Jumat, 10 Juli 2020 | 21.24 WIB
Kali Dibaca |

Tampak salah satu pejabat pemerintah desa Tanjung Planduk yang susah dikonfirmasi awak media.
Moro, metrokampung.com
Sikap sombong dan arogan terhadap pelayanan khususnya ditingkat desa masih saja di jumpai dalam menjalankan tugas. Hal ini sangat disesalkan dan disayangkan.

Hal tersebut ditemukan didalam kinerja Kepala Desa Tanjung Planduk Sudirman beserta jajarannya yang seakan tidak butuh media menjadi mitra kerjanya.

Seperti yang di alami awak media metrokampung.com beberapa bulan yang lalu, dimana saat itu kami datang ke desa tersebut ingin meliput pembagian BST Kemensos tahap ke II. Dimana dalam data penerima BST tercantum nama penerima PKH-BPNT dan lebih ironisnya lagi, perangkat desa juga tercantum dalam penerimaan BST tersebut.

Dan ketika hal itu ditanyakan kepada Pjs. kades tersebut dengan sombongnya berkata,"ada apa lagi," ujarnya. Padahal sudah jelas aturannya, penerima PKH-BPNT serta perangkat desa tidak berhak mendapatkan bantuan BST Kemensos tersebut, apa memang Pjs dengan stafnya tidak tau apa memang pura-pura tidak tau.

Dan ketika awak media metrokampung.com kembali mengikuti kegiatan pembagian BST Kemensos tahap III, Senin (06/07/2020), sangat disanyangkan, mulai dari Pjs, bendahara dan sekdes tidak berada di tempat dan ketika kami tanyakan perihal keberadaan pemimpin desa yang mulia kepada stafnya, tak satupun yang bisa memberi informasi dengan jelas.

"Kalau kedatangan kami saja tidak dihargai, bagaimana mungkin mereka bisa melayani masyarakat khususnya warga desa tanjung planduk dengan baik, sebagai perangkat desa tidak hanya dibutuhkan dalam hal intelektual, namun juga mengedepankan sikap santun dan tatakrama dalam mengabdi dan melayani siapapun yang datang.

Kalau memang pemerintah desa ini tidak mau bermitra dengan media, itu bukan masalah, padahal justru itu yang menghambat kinerja pemerintah desa itu sendiri, "bagaimana kinerja Desa Tanjung Planduk bisa diketahui publik jika tidak melalui media.

Padahal jelas kita ketahui, mulai dari pemerintah kecamatan kabupaten dan provinsi bahkan pusat selalu menjalin kerjasama dengan media,bahkan dari sekian desa yang saya jalani mereka Welcome terhadap media,tapi mau gimana lagi kalau mereka tertutup rapat dengan media.

Mungkin dalam waktu dekat, kami akan menanyakan hal ini ke pemerintah daerah,ada apa dengan desa tersebut.

Penulis : Sahat Sijabat
Editor : Simon Sinaga
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru