SUMUT

NASIONAL

PT. ADIGUNA MAKMUR TETAP BEROPERASI MESKI POLDASU TELAH MELARANGNYA

Kamis, 09 Juli 2020 | 14.50 WIB
Kali Dibaca |

Aktifitas penambangan dan penebangan hutan di sekitar sungai Lau Buaya dan sungai Lau Singkam di Desa Gunung Manumpak B, STM Hulu masih berlanjut dan mendapat protes warga setempat.
STM Hulu-metrokampung.com
Meski Unit IV Subdit IV / Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut sudah turun kelokasi penambangan batu koral dan penggilingan batu pecah tanpa izin yang dikelola PT Adiguna Makmur (AM) serta dugaan penebangan kayu di Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang dan melarang melakukan kegiatan namun aktivitas tetap berlanjut.

Informasi diperoleh, Kamis (9/7/2020), 10 dump truk bermuatan batu pecah keluar dari lokasi yang dikelola PT Aduguna Makmur pada Rabu (8/7/2020) malam. Padahal, Staf Bagian Umum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumatera Utara yang dikonfirmasi sejumlah wartawan beberapa waktu lalu memastikan jika tidak ada satu izinpun diberikan untuk kegiatan penambangan di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang

Bahkan Unit IV Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut sudah melayangkan panggilan dan menghimbau agar PT Adiguna Makmur menghentikan kegiatannya, namun himbauan itu tak berarti apa-apa dan panggilan dari Polda Sumut itupun terkesan tak digubris. Karena hingga saat ini PT Adiguna Makmur masih melakukan kegiatan penambangan batu koral dan penggilingan batu pecah.



Kegiatan PT Adiguna Makmur yang melakukan penambangan batu koral dan penggilingan batu pecah dan dugaan penebangan kayu disekitar Sungai Lau Buaya dan Sungai Lau Singkam itu mengundang protes warga setempat. Salah seorang warga berinisial SS (42) menyatakan jika mereka (PT Aduguna Makmur) bisa melakukan penambangan tanpa izin, maka ia juga bisa menggali batu koral yang ada dilokasi lahan miliknya sendiri tapi dengan catatan jangan ditangkap atau dihentikan.

"Kenapa mereka bisa, kami warga setempat tidak bisa? Sampai dua turunan pun batu koral yang ada dilahan kami itu tidak bakal habis meski setiap hari digali atau dilakukan penambangan. Kayu disekitar Sungai Lau Singkam pun sudah habis ditebang dan diangkut keluar lokasi tapi tidak pernah ditangkap," ujarnya. (Bobby/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru