SUMUT

NASIONAL

Diduga Salah Tindakan, Pasien Melahirkan di RSUD Sidikalang Mengalami Pendarahan Serius , Bayinya Langsung di Rujuk ke Medan Ibunya Menyusul

Jumat, 07 Agustus 2020 | 19.43 WIB
Kali Dibaca |

Direktur RSUD Sidikalang dr Sugito Panjaitan (baju putih) didampingi KTU  Luber Sianturi (tengah) dan Kabid Pelayanan dr Mei Sitanggang.
Sidikalang, metrokampung.com
Keluarga Dedi Boru Simangunsong (36), kelabakan. Sebab pasien melahirkan melalui operasi caesar itu mengalami pendarahan serius terus menerus di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Jonter Simbolon suami Dedi Simangunsong dan keluarganya yang mendapingi istrinya di RSUD Sidikalang khawatir dengan kondisi Dedi.

Kepada wartawan, Jonter Simbolon,  Jumat (7/8/2020) mengaku tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Dirinya  bingung, cemas juga ketakutan.

Apalagi, akunya, pihak RSUD Sidikalang tidak terbuka tentang kondisi dan penyebab istrinya  terus mengalami pendarahan hingga mencapai 8 kantong darah yang diperoleh dari pendonor karena stok darah di RSUD Sidikalang lagi kosong.

Edy Simbolon adik Jonter yang turut  mendampingi juga mengaku heran dengan pelayanan RSUD Sidikalang yang kian buruk.

Iapu  mempertanyakan kenapa keluarga pasien tidak bisa tau kondisi dan apa penyebab Dedi terus mengalami pendarahaan.

"Kuat dugaan kita, ini ada salah tindakan," duga Edy kesal.

Seraya mengaku prihatin atas kondisi kakak iparnya yang terkesan ada pembiaran.

"Kalau RSUD ini tidak mampu ya dirujuk lah ke Medan,"cetus Edy.

Masih kata Edy, dianya juga mengaku ada kejanggalan terhadap kondisi kakak iparnya setelah selesai operasi termasuk kondisi  bayinya. Sebab menurutnya, pasca kakaknya Dedi Simangunsong melahirkan lewat operasi, saat itu juga bayinya langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit  di Medan tanpa keterangan yang jelas dari pihak RSUD Sidikalang.

Rasa khawatir keluarga Jonter Simbolon makin bertambah  dengan tidak adanya keterangan pasti dari pihak RSUD Sidikalang.

Akhirnya,  Jumat (7/8/2020)  keluarga Jonter mendesak pihak RSUD Sidikalang agar Dedi segera  dirujuk ke salah satu RS di Medan.

Terpisah, Direktur RSUD Sidikalang dr Sugito Panjaitan didampingi KTU  Luber Sianturi dan Kepala Bidang Pelayanan dr Mei Sitanggang, Jumat (7/8/2020)  mengaku belum tau penyebab pasien melahirkan atas nama Dedi Simangunsong  terus mengalami pendarahan serius. Mereka kemudian memanggil Kepala Ruangan Mawar, bidan Risma Butarbutar.

Kepada atasannya, Bidan Risma Butarbutar menjelaskan  menurut cerita yang didengar dari dokter yang menangani bahwa pendaraahan itu akibat plasenta menempel di kantong kemih pasien. Ketika ditanya kenapa dan apa kasus  bayi Dedi Simangunsong seusai operasi saat itu langsung dirujuk ke salah satu RS di Medan ?  Bidan Risma Butar Butar menjawab dihadapan para pimpinan RSUD kalau itu dokter yang tau.

"Saya hanya mendengar cerita,"jawab Risma.

Pantauan wartawan  di RSUD Sidikalang, Jumat (7/8/20) sekisar pukul 11.00 Wib, Dedi Boru Simangunsong dengan kondisi lemas dan sesak dirujuk menggunakan mobil ambulan menyusul bayinya ke salah satu RS di Medan yang sudah dirujuk usai operasi, Selasa (4/8/2029) lalu.(in/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru