SUMUT

NASIONAL

DPD LSM ICON RI, R. Fajar Sitorus : Minta PU Provsu Croscek Perawatan Jalan Lintas Sumut Aek Nabara-Kota Pinang

Kamis, 06 Agustus 2020 | 18.02 WIB
Kali Dibaca |

Kondisi aspal hasil pengerjaan tambal sulam jalan Lintas Sumatera Aek Nabara -Kota Pinang. 
Labuhanbatu, metrokampung.com
DPD LSM Icon RI Labuhan Batu Rahmat Fajar Sitorus minta Dinas Pengerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Utara crosscek perawatan jalan Lintas Sumut Aek Nabara menuju Kota Pinang yang notabenenya sepanjang 33 KM dilaksanakan PT. DNG APBN tahun 2020 nilai Rp 12 M lebih.

Hal tersebut dikatakannya pada awak media ini Rabu (5/8/2020) di Pekan Tolan Labusel.

"Kita sangat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Provsu cross cek perawatan Jalan Lintas Aek Nabara menuju Kota Pinang sepanjang 33 KM," ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa dari hasil pantaunnya ke lokasi kegiatan, bahwa sampai hari ini (5/8/2020) hasil pengerjaan hampir rampung dari Aek Nabara sampai Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Labuhanbatu Selatan mencapai 40% dari kontrak dan 70 % dari itu dalam kondisi lekuk/legok disinyalir hasilnya tidak sesuai spesifikasi. Setiap titik legok hingga sedalam 0.3-0.5 Cm. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pengorekan aspal juga sekitar 2.5 - 4 cm," terangnya.


Kurangnya pengorekan aspal lama dan rendahnya  aspal hasil tambal sulam tersebut latut diduga bahwa ketebalan tambal sulam hanya 2,5 samapai 4 Cm," terangnya dan berharap Kepada PU Provsu melakukan audit pengerjaan proyek tersebut.

"Pengorekan 2.5 - 4 cm serta penambalan aspal  kurang 0,3 - 0,5 Cm diperkirakan ketebalan realisasi tambal sulam hanya diantara 3-4 Cm saja," ucapnya.

Terpisah konfirmasi awak media pada Rahman Hasibuan selalu Pelaksana Lapangan terkait kondisi hasil pengerjaan tambal sulam tersebut di salah satu warung  di Batang Celeng, Rabu (5/8/2020) mengaku bahwa ketebalan tambal sulam pada pada spesifikasinya ketebalan 5 cm. Juga membenarkan bahwa  hasil pengerjaan tambal sulam tersebut terdapat lekuk/legok.

Selanjutnya Rahman membeberkan alibinya terkait legok/lekuk tambal sulam itu dasar pertimbangan bahwa legok/lekuk itu lebih memberikan kenyamanan bagi pengendara dibanding tambal sulam yang timbul seperti yang lalu lalu," jelasnya.

Selain itu Rahman juga menjelaskan bahwa pagi Rp 12 M lebih itu mencakup beberapa item pengerjaan yakni tambal sulam, aspal full sepanjang 1250 meter. Rawat kiri kanan bahu jalan dan pembuatan Pagar jembatan di batang seleng 1," tandasnya.

"Ketebalan tambal sulam itu bang memiliki spesifikasi 5 Cm. Kita kerja dari Aek Nabara menuju bundaran Kota pinang sepanjang 33 KM. Selain itu rawat kiri kanan bahu jalan. Pengaspalan full sepanjang 1250 m dan pembuatan pagar jembatan di batang seleng 1 dengan pagu 12 M lebih. Dan Benar yang sudah kami selesaikan itu Aek Nabara sampai Pekan Tolan terdapat legok/lekuk pada kisaran 5 mm. Namun itu kita buat guna memberikan kenyamanan bagi pengendara jika dibanding dengan tambalan timbul seperti kita lihat yang lalu lalu," terangnya.

Reporter : Rfs/tim
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru