SUMUT

NASIONAL

Pusaran Pilkada Toba Desember Tahun 2020, Masyarakat Inginkan Perubahan

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 22.57 WIB
Kali Dibaca |


Toba, metrokampung.com
Merilis hasil survei, kondisi ekonomi masyarakat dalam lima tahun terakhir warga Toba Sumatera Utara yang tak kunjung membaik, elektabilitas Poltak Sitorus-Tonny Simanjuntak di unggulkan untuk Toba satu pada perhelatan pilkada 2020.

Hasil survei menunjukkan, bahwa 67,5 persen dari 80 orang responden dari 16 Kecamatan yang ada di Toba menyatakan, keadaan ekonomi tidak mengalami perubahan selama kepemimpinan Bupati saat ini.

Responden menilai perekonomian mereka bahkan cenderung memburuk selama lima tahun pemerintahan ini. Hanya 32,5 persen yang menyatakan ada perubahan perbaikan.

"Persentase tingginya angka warga yang menganggap ekonominya lebih buruk, dilihat dari keadaan ekonomi rakyat yang masih rendah," ujar Togap Marpaung, SH  dalam siaran tertulisnya sabtu (15/8/2020).

"Industri kecil menengah yang gulung tikar karena diduga tidak adanya perhatian dari pemerintah, misalnya industri tenun ulos yang bangkrut karena disebabkan tidak adanya modal," tambahnya.

Sejumlah industri yang bertahan pun tidak dapat berkembang karena kekurangan modal mengembangkan usahanya. Yang sangat menyakitkan,  pemerintah dinilai gagal memberikan jalan untuk mempermudah pengusaha dalam mendapatkan modal.

"Menurut temuan survei, bahwa sarana dan prasarana pendidikan di Tobasa, menurut masyarakat terjadi penurunan perbaikan mutu dan fasilitas. Hal itu tergambar dari jawaban masyarakat," tambahnya.

Mirisnya lagi hasil survei lainnya, lanjut Togap, bahwa dari 80 responden sebesar 63,8 persen menilai kinerja Darwin Siagian-Hulman Sitorus dalam hal pembangunan fasilitas pendidikan tidaklah ada bedanya dengan pemerintahan sebelumnya. 

Para responden melihat selama lima tahun menjabat tidak ada perubahan pada wajah pendidikan Tobasa. Misalnya minimnya renovasi gedung sekolah yang rusak, ataupun pembangunan gedung sekolah baru serta kurangnya tenaga pengajar/guru.

Akibatnya terjadi ketimpangan, kualitas pendidikan itu akan tetap jauh antara kecamatan terpencil dengan kecamatan di daerah perkotaan.

"Pembangunan kesehatan juga menunjukan tidak ada kemajuan, 61,6 persen mengatakan buruk dan tidak maju. Masyarakat menilai buruk dilihat dari banyaknya warga yang berobat ke luar kabupaten karena fasilitas lebih baik," tegasnya.

Sementara untuk Pilkada Toba sendiri, menurut Togap, masyarakat lebih memilih calon yang memiliki rekam jejak bersih. Dalam survei itu muncul nama Poltak Sitorus, yang juga mantan Dosen ITB, yang juga alumnus universitas terkemuka di Kalifornia University LA,CA,USA. 

"Jawaban responden yang sangat signifikan hanya tertuju pada seorang Poltak Sitorus sebesar 42 persen disusul Ir. Darwin Siagian sebesar 21 persen sedangkan yang abstein 12 persen, selebihnya memilih bungkam," paparnya. (rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru