SUMUT

NASIONAL

Panen Sawit di Kebun Mertua, Warga Kotarih Tewas Tertancap Egrek

Kamis, 17 September 2020 | 22.04 WIB
Kali Dibaca |

Jenasah Nurmansyah Sipayung saat di lokasi kebun sawit dan akan diavakuasi petugas ke rumah duka.
Sergai, metrokampung.com
Nurmansyah Sipayung alias Ucok Aseng (42) tewas mengenaskan. Warga Desa Si Ujan Ujan, Dusun I, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai itu dijemput ajal saat memanen sawit di ladang (kebun) milik mertuanya di Desa Si Ujan ujan, Kamis (17/09/20).

Informasi diperoleh, pagi itu sekira pukul 10.00 Wib, Ucok bersama ibu mertuanya Halimah memanen sawit  tanaman tahun 1998 di lahan seluas kurang lebih 8000 M2 terletak di Dusun III, Desa Manggis, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Sergei. 

Ucok mengeggrek sawit dari pohon setinggi 8 meter dengan posisi lahan miring, sedang Halimah mengutip brondolan sawit berjarak 18 meter dari posisi mantunya.

Tiba-tiba Halimah mendengar Ucok menjerit kesakitan. Iapun  langsung bergegas mendekati Ucok.

Jenasah Ucok di rumah duka.
Halimah melihat Ucok dalam posisi telungkup dan sekarat tak jauh dari pohon sawit yang terakhir diegreknya. Tubuhnya tertancap enggek.

Melihat itu  Halimah menjerit minta tolong. Beruntung teriakan Halimah didengar Rosdiana yang sedang berada di ladang dan lokasi ladang mereka bersebelahan.

Setiba di ladang Halimah dan melihat Ucok mandi darah, Rosdiana kemudian menghubungi Perangkat Desa Sihujan Hujan menggnakan hape.

Tak lama Sukriwanto Sipayung dan Lamhot Damanik perangkat desa yang dihubungi Rosdiana tiba di lokasi. Mereka kemudian menghubungi Polsek Kotarih. 

Namun karena tempat kejadian perkara  di wilayah Desa Kampung Manggis, Kecamatan Serba Jadi dan merupakan wilayah hukumnya Polsek Dolok Masihul selanjutnya petugas Unit Reskrim Polsek Dolok Masihul  dipimpin Ipda Supriadi yang melakukan evakuasi terhadap jenazah Nurmansyah Sipayung. Kini jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Si Ujan ujan, Kecamatan Kotarih.

Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Memang benar ada kejadiannya. Tapi kita belum bisa memberikan keterangan, karena saya masih di rumah duka  Desa Si Ujan ujan”, kata Kanit.

Namun Supriadi tidak membantah peristiwa naas yang menimpa pemanen sawit tersebut.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru