SUMUT

NASIONAL

Video Call dengan Kabaharkam Polri Bocah Pengangkut Karung Bercita-cita Jadi Polisi

Selasa, 22 September 2020 | 21.51 WIB
Kali Dibaca |

Bocah pemulung yang membawa karunh berisi bootl plastik bekas gembira usai mendapat bantuan dari Kabaharkam Polri.
Medan, metrokampung.com
Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto melakukan video call dengan Fandi, bocah pemulung yang membawa karung berisi botol plastik bekas yang videonya viral di jagat media sosial (medsos) dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai bentuk atensinya atas video itu, mantan Kapolda Sumut itu terlihat sangat akrab ketika melakukan video call dengan Fandi. Beberapa kali, Kabaharkam tampak tertawa lepas melihat tingkah Fandi saat video call dengannya. Ia kagum dengan keaktifan Fandi saat berkomunikasi dengannya.

“Hey Fandi, apa kabarnya? uda selesai sekolah onlinenya kan?” tanya Kabaharkam kepada Fandi, Senin (21/9/20).

Kepada Kabaharkam, Fandi mengaku ingin menjadi polisi. Mendengar cita-cita Fandi, Kabaharkam memintanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

“Wah, bagus sekali Fandi. Fandi ingin mengabdi untuk masyarakat ya. Tapi Fandi harus sekolah yang benar. Jangan malas-malas sekolahnya,” katanya.

Kemudian, Kabaharkam juga berkomunikasi dengan orangtua Fandi, Afrizal. Ia meminta agar Fandi tidak ikut untuk memulung lagi.

“Fandi jangan diajak lagi, kalau dia minta ikut, jangan dikasih. Fandi harus fokus sekolah,” jelasnya.

Selain itu, Kabaharkam juga memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang kepada keluarga Fandi. Bantuan itu disampaikan melalui Relawan Kamtibmas Baharkam Polri dan DPD KNPI Sumut.

“Saya ada nitip bantuan, ini program Bapak Kapolri. Semoga ini bermanfaat dan Fandi jangan ikut lagi mulung. Kalau ada masalah di sekolahnya terkait uang sekolah, silahkan hubungi Relawan Kamtibmas Baharkam,” ungkapnya.

Mendapat perhatian dari Kabaharkam, orangtua Fandi, Afrizal mengucapkan syukur dan terima kasihnya.

“Terima kasih kepada bapak Kabaharkam, Pak Agus Andrianto karena sudah memberi perhatian pada keluarga kami,” kata Afrizal.

Afrizal mengaku dirinya tak pernah memaksa Fandi untuk ikut memulung. Aktivitas memulung dilakukan Afrizal setelah dirinya di PHK dampak dari pandemi covid-19.

“Sebelum ini kerja di pabrik, tapi karena covid-19 saya di PHK. Saya tidak pernah memaksa Fandi, dia sendiri yang minta ikut, ini salah saya,” kata Afrizal.

Diketahui sebelumnya, sejak kemarin video seorang anak yang memikul karung yang berisi botol plastik besar viral di jagad media sosial.

Anak yang memikul karung di malam hari tersebut bernama, Fandi tinggal di Jalan Seto, Gang Edi Busono, Kecamatan Medan Area, Kota Medan.(rel/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru