Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Golkar Desak Dirut PTPN3 Serahkan Kasus Pencurian Getah Sheet Berskala Besar ke Polda

Jumat, 23 Oktober 2020 | 14.17 WIB
Kali Dibaca |

Zulkifli Barus (kiri) dan Moeldoko (kanan).

Medan, metrokampung.com
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumatera Utara, H Zulkifli Barus mendesak Direktur Utama PTP Nusantara III, Muhammad Abdullah Gani untuk melimpahkan kasus pencurian getah sheet berskala besar  di pabrik karet Sarang Giting, Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai kepada pihak Kepolisian Daerah Sumatera.

Permintaan itu disampaikan Zulkifli kepada  wartawan menanggapi aksi pencurian getah sheet yang berhasil digagalkan petugas keamanan Kantor Direksi PTP Nusantara III, Kamis (22/10/20) di Bandara Internasional Kuwalanamu.

"Kasus pencurian tersebut murni tindak pidana umum. Sehingga diharapkan pihak direksi harus mampu bersikap adil dan transparan dengan melimpahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Mengingat aksi pencurian getah sheet itu  sebelum ketangkap. Sudah berulang kali dimaling volumenya  berskala besar yakni berjumlah puluhan ton, "kata Zulkifli Barus salah satu tokoh yang ikut  membentuk GSPBUN PTPN I - XIV (Sekarang Federasi SPBUN).

Sambung Zulkifli Barus, kasus pencurian di pabrik karet Sarang Ginting itu wajib dilimpahkan ke polisi, dalam hal ini ke Polda Sumut. Karena selain jumlah kerugian negara mencapai miljaran rupiah, juga harus merncerminkan rasa keadilan.

"PTPN III harus membuka akses informasi seluas luasnya kepada masyarakat. Jangan ada yang ditutup-tutupi meskipun yang terlibat orang dalam dari golongan pimpinan,"harap Wakil Ketua Partau Golkar itu.

Pihak perusahaan, ucapnya, harus adil dan transparan. 

"Jangan, kalau karyawan panen (penderes) salah langsung di pecat atau di mutasikan ke ujung langit, sementara pimpinan salah ditutup-tutupi, "pungkasnya.
 
Zul menilai, terjadinya aksi pencurian di pabrik karet (Ribbed Smoke Sheet Factory) akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pimpinan di tingkat Distrik Manajer hingga Manajer Kebun Sarang Giting.

“Direksi perlu meninjau kembali penempatan Menejer Kebun dan Distrik Menejer disana. Kok bisa aksi pencurian yang dilakukan berulang kali tidak diktehaui mereka”, sambung Zulkifli heran.

Disebutkan Zulkifli, Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan bahwa Direksi PTPN III harus adil dan transparan dalam menangani kasus pencurian di perusahaan milik negara ini. 

"Jika diabaikan begitu saja kebocoran tentu akan terus berkesinambungan  bahkan membesar menimbulkan  kerugian keuangan BUMN. Oleh karenanya pimpinan yang ditugaskan Kementrian BUMN mengurusi perusahaan harus tegas dan taat akan prosudur hukum. KalauTidak sebaliknya diganti saja,"bilang Zulkifli menirukan pernyataan Moeldoko, mantan Panglima TNI tersebut.

Sementara Humas PTPN III, Cristian Orchard Perangin Angin saat dihubungi, Rabu (21/10/2020) melalui selular tidak berhasil. Meski hapenya berdering namun tidak diangkatnya. Begitu juga konfirmasi singkat melalui Whatsapp juga tidak berbalas.

Sebelumnya, mantan Ketua SP BUN PTPN III itu saat dikonfirmasi Senin (19/10/2020) belum mengetahui kabar aksi pencurian aset negara tersebut. Cristian meminta waktu untuk memonitor kasus tersebut.

Sementara Asisten Personalia Kebun (APK) Sarang Giting, Khairul saat dihubungi tidak banyak memberi keterangan tentang hasil perkembangan kasus pencurian satu truk getah sheet tersebut. 

“Kami belum dapat laporan dari kantor direksi, "ujar Khairul Kepala Biro Sekretariat PTP Nusantara III di Medan, Faisal ketika dihubungi mendelegasikannya kepada Tondi Lubis bagian Humas.

Namun Tondi juga tidak banyak mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak keamanan kantor direksi. 

“Humas belum menerima hasil pemeriksaannya. Karena sampai saat ini masih dilakukan investigasi sama pihak SPI dan pihak keamanan kita, "kata Tondi.

“Jadi kita disini melakukan investigasi, bukan penyelidikan. Karena kita kan gak bisa menyelidiki, yang bisa menyeliki kan polisi,”sambung Tondi.

Ketika ditanya mengapa tidak diserahkan saja kasusnya segera kepada pihak kepolisian untuk pengusutannya, Tondi menuturkan melihat hasil investigasi. Karena sampai saat ini penangkapannya masih simpang siur.

“Kalau masalah ke polisi itu jalan terakhir. Nanti kita lihat hasil investigasinya. Karena sampai saat ini masih simpang siur. Ada yang bilang ditemnukan SPI dan ada juga ditemukan pihak keamanan”, ucap Tondi.

Namun Tondi tidak membantah bila pihak dari kantor direksi PTPN III yang beralamat di Jalan Sei Batang Hari Medan beberapa hari lalu melakukan penangkapan satu truk bermuatan getah sheet.(dra/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru