SUMUT

NASIONAL

Hasil Autopsi Husnam Tewas Dibunuh

Senin, 05 Oktober 2020 | 09.20 WIB
Kali Dibaca |

Jenasah Husnam saat ditemukan tewas di kamar tidurnya.

Tanjung Morawa, metrokampung.com
Penyebab kematian Husnam (21) terungkap. Lajang yang mengalami keterbelakangan mental tersebut ditemukan tewas dalam rumahnya Jalan Sultan Serdang, Pasar IX, Gang Harapan, Dusun V, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (1/10/20) ternyata korban pembunuhan.

Hasil autopsi RS Bhayangkara Medan terhadap jenazah Husnam yang tewas diduga dibunuh perampok menguatkan indikasi itu, setelah ditemukan luka lecet pada leher kanan korban.

Tidak itu saja, turut ditemukan resapan darah yang luas pada kepala belakang sebelah kanan serta dijumpai resapan darah yang luas pada otak besar dan otak kecil. Luka-luka itu diduga diakibatkan benturan benda tumpul.

“Sudah keluar hasilnya (autopsi) hari ini (kemarin). Mendampingi dokter forensik melakukan autopsi jenazah Husnam di kamar jenazah RS Bhayangkara, Medan. Pukul 10.00 WIB. Autopsi mulai dilaksanakan pukul 11.30 WIB, selesai pukul 12.00 WIB, jenazah dibawa ke rumah duka di Marindal. Petugas pelaksana, Dr Isnura Rizal, beserta dua petugas kamar jenazah. Hasil autopsinya, korban diduga dibunuh,” ungkap Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin kepada wartawan, Minggu (4/9/20).

Sedangkan Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus ketika dikonfirmasi wartawan perihal perkembangan penyelidikan kasus tersebut, mengatakan sejauh ini polisi masih memeriksa delapan saksi. Untuk terduga pelaku, Firdaus menyebut masih dalam penyelidikan.

“Belum, masih lidik. Delapan orang sudah diperiksa,” katanya.

Diberitakan, kematian Husnam membuat geger warga disekitar kediamannya. Saat itu, jasad kakunya ditemukan orangtuanya, Jono (50) dan Raswi (56), di atas tempat tidur kamarnya, Kamis sekitar pukul 17.15 WIB. 

Kedua orangtua korban ketika itu  baru pulang dari Jalan Harapan, Dusun V, Desa Buntu Bedimbar.   

Setibanya di depan rumah, Jono memanggil-manggil Husnam, memintanya membuka pintu. Namun korban tak kunjung memberi jawaban. Padahal, selama ini jika dipanggil, Husnam langsung membukakan pintu.

Jono yang curiga, lantas berupaya membuka pintu dari luar, dengan cara memasukkan tangannya dari salah satu kaca jendela samping pintu. Setelah pintu rumah terbuka, Jono dan istrinya masuk ke dalam.

Ketika membuka pintu kamar yang ditempati korban, Jono dan istrinya langsung kaget karena mellihat anaknya sudah tergeletak di tempat tidur dan tak bernyawa.

Mengetahui anaknya sudah tak bernyawa, Jono dan istrinya langsung histeris. Teriakan itu memancing warga berdatangan.

“Dia (Husnam) tidak pernah keluar rumah, kalau kami berdua pergi kerja. Seharian anak saya di rumah hanya main game.
Kami tinggal di kontrakan ini lebih kurang dua tahun. Sebelumnya, kami tinggal di Delitua. Karena tempat kerja kami di Tanjung Morawa, maka kami ngontrak di sini. Kalau dari Delitua, jauh kali tempat kerjanya,” sebut Jono.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungmorawa, Ipda Dimas Adit Sutono kepada wartawan menerangkan Husnam diduga merupakan korban pembunuhan.  “Diduga korban pembunuhan, karena leher kanan korban mengalami memar akibat benda tumpul dan diduga mengalami patah. Ada dua hape dan uang Rp 600 ribu yang hilang dari rumah korban,” kata Dimas.

Dari lokasi, sebut Dimas, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain palu, satu kotak hape Xiaomi 6A, satu kotak hape Samsung Y12, sebuah broti sepanjang 50 sentimeter.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru