Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Akibat Tabrakan Beruntun, Ibu Ini Kehilangan Semua Anaknya

Kamis, 19 November 2020 | 16.48 WIB
Kali Dibaca |



Simalungun, metrokampung.com
Kecelakaan beruntun di Jalan Asahan KM 4.5, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (19/11/2020) sekitar pukul 8.30 WIB, menimbulkan kesedihan mendalam bagi pasangan suami Dedi Saputra Sidabutar (36) dan Ruliana Gultom (30).

Tiga orang anak mereka meninggal dunia setelah tergilas mobil truk pengangkut pulp atau bubur kertas. Ketiga korban adalah Love Viona Angely Sidabutar (7), Finvent Rey Amsal Sidabutar (6), dan Digibran Nathanael Sidabutar (3). Tubuh korban berserak di aspal karena terpisah dari tubuh.

Selain itu, Hotdiman Sidabutar yang merupakan kakek dari ketiganya pun dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Vita Insani karena luka serius. Kakek ini mengendarai sepeda motor dengan membonceng tiga cucunya. Korban ini tercatat sebagai warga Jalan Asahan, Simpang Karang Anyer, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Peristiwa ini turut membuat Carles Sianipar (45), warga Jalan Bunga Jaitun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun meninggal. Dan berdasarkan data dari polisi, total meninggal sebanyak 5 orang. "Anak-anak yang menjadi korban merupakan kakak beradik," kata Kanit Laka Polres Simalungun, Ipda Ramadhan Siregar dengan menambahkan korban luka-luka sekitar 4 orang masih mendapat perawatan intensif di RSVI.

Sejauh ini tiga anak meninggal dunia tersebut masih di RSUD Djasamen Saragih. Di sana ibu korban tak henti-hentinya menangis. Dalam tangisnya, ibu korban mengungkapkan bahwa saat ini dia tidak punya anak lagi. "Nga habis be sude (sudah meninggal semua anakku)," tangis ibunya sesekali terseduh-seduh dan kadang histeris.

"Nga sae be sude, nga sia-sia lojaki (semua selesai dan sia-sia perjuangan membesarkan anak-anaknya)," kata ibu korban menangis tak berhenti.

Ibu korban juga mengaku, sebelum kecelakaan, anak-anaknya sudah terlihat malas atau tidak bergairah. Bahkan ia sudah sempat melarang anak-anaknya tersebut ikut dibonceng kakeknya berkeliling-keliling.

Untuk diketahui, kecelakaan beruntun ini berawal dari mobil truk BM 8238 ZU yang mengalami rem blong. Sebelum menabrak, sopir melompat dari mobil dan melarikan diri. Sementara mobil yang melaju dari Kota Pematangsiantar menuju Perdagangan dilepas dan secara leluasa menabrak kendaraan roda dua dan empat di depannya. Jumlah mobil mencapai 6 unit dan sepeda motor 6 unit. Korban meninggal hanya pengendara sepeda motor, yang sempat masuk kolong truk.(rel/sugianto/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru