Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Kapolsek Tanah Jawa Hadiri Louncing Kampung Tangguh di Nagori Buntu Turunan

Jumat, 19 Februari 2021 | 20.16 WIB
Kali Dibaca |



Simalungun, Metrokampung.com
Kampung Tangguh adalah sebuah solusi dari pemerintah untuk memutus mata rantai peredaran Covid-19 di desa.

Untuk yang pertama Louncing Kampung Tangguh Di hadiri Kapolsek Tanah Jawa Kompol Selamat M. Pangulu Buntu Turunan Roberton Nainggolan SE, Kapos Hatonduhan Aiptu RB Silitongah, Babinsa Sertu J. Hasibuan, KAKUA Hatonduhan Sumesno S.Ag, Kepuskemas Buntu Turunan Dr Nico, Bindes BunTur Dewi Sianturi dan seluruh Perangkat Desa Buntu Turunan, Kamis (18/02/2021).

Nagori Buntu Turunan menjadi yang pertama membuka program Kampung Tangguh yang sebelumnya sudah di sosialisasi dan di rapatkan oleh seluruh perangkat dan relawan yang disudah di bentuk oleh Pangulu Buntu Turunan Roberton Nainggolan SE.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Selamat M menyambangi Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan dan meninjau lokasi  dan tempat-tempat yang sudah di persiapkan oleh pemerintah Desa Buntu Turunan syarat menjadi Kampung Tangguh.

Pertama adalah Posko Covid-19, yang sudah di siapkan di pintu masuk Nagori Buntu Turunan, Ruang Isolasi yang tak jauh dari posko penjagaan, ruang Kesehatan, ruang ketahanan pangan.

Pemerintah Nagori Buntu Turunan juga menyiapkan beberapa kolam ikan, perkebunan palawija, padi juga peternakan, untuk ketahanan pangan.

Diharapkan dengan terbentuknya kampung tangguh ini akan menjadi contoh untuk Nagori di sekitarnya, tangguh dalam artian yang cukup luas, dan mampu secara mandiri, ujar Kapolsek Tanah Jawa.

“Saya sudah melihat persiapan di Nagori Buntu Turunan yang cukup sempurna untuk menjadi syarat menuju sebuah kampung tangguh, tentunya peranan  Pengulu dan Gamot harus lebih proaktif menyampaikan kepada masyarakat mengikuti  kebiasaan baru ini," ujarnya.

Kampung Tangguh memiliki peranan penting memutus mata rantai penyebaran Covid-19, peratuaran Protokol Kesehatan harus dijalankan, Penjaga Posko akan mendata setiap warga yang masuk terutama warga dari luar daerah, pusat-pusat keramaian, seperti warung kopi diberikan himbauan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tujuan kampung tangguh.

Pemerintah Desa senantiasa aktif melakukan kordinasi dengan pihak kepolisi dan babinsa bila di temukan hal-hal yang janggal di tengah masyarakat, pungkasnya.(sugianto.sinaga/mk).
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru