Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Tokoh Pemuda Panai Hulu dan Kapolsek Bantah Pemalakan Supir Tanki Solar

Sabtu, 20 Maret 2021 | 10.34 WIB
Kali Dibaca |

Kapolsek Panai Tengah AKP Rusdi Koto memberikan penjelasan tentang dokumen truk tangki Pertamina pengangkut solar ke Sei Berombang kepada warga dan awak media dan LSM yang hadir di Pospol Ajamu.
Panai Hulu, metrokampung.com
Dugaan pemerasan terhadap supir tangki pengangkut solar ke Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu oleh oknum preman dibantah oleh Barang Harisman selaku tokoh pemuda Kecamatan Panai Hulu.
 
"Tidak benar ada pemalakan terhadap supir pengangkut BBM solar ke Sei Berombang. Kita stop dan kita hadang karena kita menduga solar itu ilegal,"kata Harisman kepada awak media via selular saat dikonfirmasi soal beredarnya video di YouTube dan pemberitaan di beberapa media online tentang pemerasan yang  disebut - sebut dilakukan oleh preman di Panai Hulu. Jumat.(19/3/2021).
 
Menurut Harisman, selama ini solar yang didistribusikan ke Sei Berombang  untuk nelayan adalah solar ilegal (oplosan).
 
Sebagai bukti, lanjutnya, sudah ada beberapa truk yang mengangkut  solar ilegal  dan ditangkap warga kemudian diserahkan ke Polres Labuhan Batu. 
 
Contoh lainnya, tambahnya, siang itu ada 3 truk tangki yang mereka stop karena diduga mengangkut solar ilegal dan diserahkan ke Polpos Ajamu. 
 
"Ternyata satu unit dari truk tangki pengangkut solar itu tidak memiliki surat resmi dan sudah dibawa ke Polres Labuhanb Batu,"ujar Harisman. 
 
Menurut Harisman, tindakan yang mereka lakukan bersama kawan-kawan dari LSM, OKP, dan insan pers tidak lain menghentikan permainan mafia minyak yang cukup lama berlangsung.
 
"Satu hal lagi tujuan kami dengan kejadian ini kami berharap agar pemerintah membuatkan SPDN ( Sentral Pengisian Dealer Nelayan) atau SPBN ( Sentral Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di Sei Berombang agar tidak ada lagi permainan solar ilegal distribukan untuk nelayan,"sebut Haris.
 
Ditanya, apa benar tidak ada dilakukan pemalakan atau membayar upeti setiap truk tanki itu melintas di wilayah Kecamatan Panai Hulu, Ari  tegas membantah keras hal tersebut. 
 
"Tidak ada sama sekali yang namanya pemalakan, bahkan ketika truk itu terguling saya yang membelikan minuman untuk sopirnya,"cetusnya. 
 
Disinggung adanya rumor yang di dapat awak media ini, ada rekaman pembicaraan dan transfer ke salah satu ketua organisasi untuk mengamankan truk tangki setiap melintas di wilayah itu, Harisman, lagi - lagi dengan tegas mengatakan agar hal itu dibuktikan. 
 
"Bukti transfer kan tidak bisa dibantah, ya buktikan saja, kepada siapa uang itu ditransfer,"imbuhnya. 
 
Serupa juga dikatakan Sueb Lubis salah seorang wartawan yang turut menyetop truk tangki pengangkut BBM Solar tersebut. 
 
"Tidak ada kami minta uang sama supir, kami wartawan dan rekan LSM juga kawan dari OKP yang menyetop truk tangki itu karena kami menduga keras itu BBM Ilegal. Kami bukan preman seperti yang diviralkan di media sosial,"terang Sueb. 
 
Kapolsek Panai Tengah AKP Rusdi Koto ketika dikonfirmasi awak media ini dengan tegas mengatakan tidak ada sama sekali pemalakan atau pemerasan terhadap supir pengangkut BBM Solar dimaksud. 
 
"Isu itu tidak benar sama sekali apa yang beredar atau virai di medsos adanya pemalakan terhadap supir sama sekali itu hoax,"kata AKP Rusdi Koto. 
 
Mantan Kasiwas Polres Labuhan Batu itu menegaskan, selaku Kapolsek dirinya tidak akan pernah membiarkan ada tindakan pemalakan atau pemerasan terhadap supir truk mengangkut bahan apapun yang melintas di wilayah hukumnya tempatnya bertugas. 

"Pasti saya tindak jika benar ada pemalakan terhadap para supir. Wilayah Panai Hulu dan Panai Tengah cukup kondusif tidak ada tindakan premanisme berupa pemerasan terhadap supir,"ungkapnya.
 
Disebutkannya lagi, pada hari penyetopan truk tangki Rabu (17/0/2021) di Desa Teluk Sentosa ia bersama personilnya dan beberapa rekan media langsung turun ke TKP guna mengamankan situasi  di tempat kejadian. 
 
"Sampai pagi saya tidak tidur untuk selesaikan persolan itu di Polpos Ajamu. Tidak ada cerita soal pemerasan, hanya soal dokumen pengangkutan BBM itu yang jadi masalah. Dua truk tangki lanjut perjalanan ke Sei Berombang, 1 truk tangki lagi kita limpahkan ke Polres karena tidak memiliki dokumen,"paparnya. (Hasyim/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru