Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Kerja Sama Dengan Kemenkominfo RI Pakpak Bharat Menuju Smart City

Jumat, 21 Mei 2021 | 22.37 WIB
Kali Dibaca |


Pakpak Bharat, Metrokampung.com
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhad Tumanggor menandatangani Nota Kesepakatan Implementasi Kota Cerdas (Smart City) bersama 48 Kabupaten/Kota lainnya di Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional dan Kawasan Ibu Kota Negara Baru yang dipilih dan ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (20/05/2021). Acara yang digalang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ini diselenggarakan secara virtual mengingat pandemic covid 19 masih melanda berbagai wilayah Negeri.

Dihadapan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate Franc Bernhard Tumanggor bersama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan bersama-sama menandatangani naskah Kesepakatan dimaksud. Turut menyaksikan moment penting ini Direktur LAIP Ditjen Aptika Bambang Dwi Anggono dan para undangan lainnya, sementara itu Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Sahat Banure, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aryanto Tinambunan, SP, M.Si dan beberpa pejabat lainnya.

Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan bahwa momentum penandatanganan ini  merupakan titik awal penting bagi perluasan inisiasi Kota Cerdas (Smart City) dan juga untuk pengembangan sektor pemerintahan digital Indonesia.

Jauh sebelum ini Kementerian Kominfo bersama dengan beberapa Kementerian dan Lembaga terkait lainnya telah menginisiasikan Gerakan Menuju Smart City di 100 Kabupaten/Kota, ini tepatnya telah kita awali pada 2017 silam. Saat ini, program tersebut telah memasuki masa evaluasi, dimana tahun ini  kami melanjutkan inisiasi Gerakan Menuju Smart City tersebut dengan memperluas pendampingan pengembangan Kota Cerdas di kawasan pariwisata prioritas Nasional dan kawasan ibu kota negara baru, yang tentunya perlu kita sukseskan bersama, ucap Johnny G Plate mengawali sambutannya.

Lebih jauh dia menjelaskan enam pilar utama Smart City yang menjadi prioritas perluasan gerakan menuju smart citi saat ini.

Program ini menekankan pada enam pilar utama Smart City yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Perluasan Gerakan Menuju Smart City ini akan semakin meneguhkan kebangkitan sektor digital Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor informatika dan komunikasi kembali tercatat sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi hingga 8,72% year-on-year di Kuartal Pertama 2021 ini, setelah di tahun 2020 lalu mengalami pertumbuhan hingga dua digit pada 10,58% cumulative-to-cumulative. Pandemi COVID-19 juga semakin meningkatkan penggunaan solusi berbasis digital untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga mengakses layanan publik.

Dikatakan Menteri, tujuan besar dari seluruh upaya transformatif ini adalah agar seluruh masyarakat Indonesia, di manapun mereka berada, mendapatkan manfaat maksimal dari perkembangan teknologi digital yang sedang berlangsung. Akselerasi Transformasi Digital juga akan meningkatkan relevansi untuk mengembangkan Kota Cerdas berbasis digital di Indonesia.

Dikatakan Menteri, di titik ini gerakan Menuju Smart City hadir untuk memberikan panduan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalisasikan penggunaan teknologi untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Digitalisasi akan mempercepat proses, mengefisiensikan pekerjaan, dan memaksimalkan layanan, yang berujung pada meningkatnya kepuasan masyarakat akan pelayanan pemerintah.

Kesuksesan Gerakan Menuju Smart City ini amat bergantung pada kolaborasi dan sinergi yang dilakukan antar institusi pemerintah yang ada di dalamnya, baik itu instansi Pemerintah di pusat maupun di daerah. Di dalam Gerakan Menuju Smart City, Kementerian Kominfo dibantu oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara- Reformasi Birokrasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kantor Staf Presiden, bersama jajaran akademisi dan praktisi profesional. Seluruh instansi ini memiliki peran masing-masing untuk turut mendampingi serta memberikan asistensi bagi jajaran Pemerintah Daerah di 48 Kabupaten dan Kota dalam transformasinya menjadi Kota Cerdas berbasis digital” ungkap Menteri.

Dia melanjutkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman hari ini harus menjadi langkah baik dan konkret untuk menjamin kolaborasi lintas sektor ini dapat berlangsung dengan baik, terutama untuk memastikan implementasi masterplan atau Rencana induk Kota Cerdas di masing-masing wilayah berjalan cepat.

Karenanya, dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional ke- 113 hari ini, mari kita bersama kawal kebangkitan digital Indonesia melalui Gerakan Menuju Smart City dan Gerakan Literasi Digital Nasional, untuk menyongsong Indonesia yang semakin tangguh, semakin terkoneksi, semakin digital, semakin maju, tutup Menteri.

Sementara Franc Bernhard Tumanggor selaku Bupati Pakpak Bharat sendiri  menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Kabupaten Pakpak Bharat dalam Program Smart City tahun 2021 ini.

Hal ini tentunya akan membantu kita dalam hal memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat kita kedepannya, ucap Franc di Sindeka usai mengikuti acara tersebut. (Babe/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru