Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Saat Rende Dua Berlanjut, Mendadak ASN Kemenhub Meninggal di Kamar Hotel Siantar

Kamis, 20 Mei 2021 | 12.12 WIB
Kali Dibaca |


Siantar, Metrokampung.com
Seorang Aparatur Sipil Negara di Kemenhub yang bertugas di Sibolga, ber inisial JLS (47) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Pematangsiantar. Ketika ditemukan, dia tak sendiri, dia bersama seorang perempuan berinisial KMS (41). 

Dan dari lokasi TKP polisi mendapatkan bungkusan kapsul penambah stamina atau sering disebut obat kuat.

Informasi dihimpun wartawan, kematian oknum ASN Dinas Perhubungan itu di kamar 203 didapati Polisi setelah dilaporkan karyawan hotel, Selasa (18/5/2021) dini hari.

Keterangan KMS kepada petugas kepolisian menyebutkan, malam sebelum kejadian,  JLS menjemputnya dari kediamannya di Perumahan Karangsari Permai, menggunakan mobil Avanza. Keduanya lalu berangkat menuju hotel yang berlokasi di Jalan Saribodolok, Kec. Siantar Marimbun, Pematangsiantar.

Di tengah perjalanan, tepat di Jalan Gereja, JLS menghentikan mobil depan gerai minimarket. JLS memberikan uang Rp 350 ribu kepada KMS untuk membeli air mineral dan susu botol. Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan menuju hotel.

Di kamar hotel nomor 203, KMS mengaku berhubungan badan dengan korban. Ronde pertama selesai, menurutnya tak ada hal-hal yang aneh terjadi. Namun saat melanjutkan ronde selanjutnya, oknum ASN itu menurutnya mendadak kejang dan menghembuskan napas terakhir.

Kondisi itu membuat KMS bingung, ia kemudian memanggil karyawan hotel. Dan karyawan hotel langsung melaporjan kejadian itu ke Polsek Siantar Marihat, setelah adanya laporan tersebut tidak menunggu lama personill Polsek Siantar Marihat tiba di TKP yang lokasinya berdekatan dengan hotel.

Kapolsek Siantar Marihat AKP Robert Santoni Purba membenarkan kejadiannya. dari lokasi diamankan barang bukti berupa kartu tanda penduduk milik korban, pakaian, dan bungkusan kapsul, mobil minibus Avanza.

Personil polisi lalu mengevakuasi jenazah JLS ke RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan visum. Selesai dari rumah sakit plat merah itu, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Sibatu-batu, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Robert mengatakan, keluarga korban meminta dan membuat surat pernyataan agar korban tidak divisum.(int/apul/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru