Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Berduaan di Kebun Sawit Sei Merah, Sepeda Motor Dirampas Pacar Diperkosa

Sabtu, 12 Juni 2021 | 11.17 WIB
Kali Dibaca |

Ilustrasi

Lb Pakam, metrokampung.com
Apes dialami Yogi Pramudian (22) dan kekasihnya, SR cewek berusia 18 tahun. Saat sedang asyik bercinta di areal perkebunan sawit Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mereka berdua jadi korban perampokan yang dilakukan Muhammad Nuh (37). Selain sepeda motornya dirampas, pelaku juga memperkosa kekasih Yogi.
 
Peristiwanya terjadi  Selasa (18/5/21) silam. Awalnya Yogi menjemput kekasihnya di rumahnya di Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang sekira pukul 20.00 WIB.
 
“Kemudian pada pukul 22.00 WIB Yogi dan SR berniat melakukan hubungan badan. Selanjutnya sekira pukul 22.30 WIB mereka mencari tempat untuk melakukan hubungan badan,” jelas Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Firdaus saat paparan di Mapolresta Deli Serdang, Jumat (11/6/21).
 
Lanjut, Firdaus pasangan kekasih itu memilih perkebunan kelapa sawit yang ada di Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, untuk berhubungan badan. Ternyata aksi mereka diketahui tersangka.
 
“Selesai berhubungan badan tiba-tiba pelaku datang dan langsung menegur  Yogi, dia menyuruh korban Yogi, jongkok sambil mengancam menggunakan kayu,” ujar Firdaus.
 
Saat itu Yogi menuruti kemauan M Nuh dan selanjutnya memaksa SR naik ke sepeda motor Yogi. Hingga sekitar pukul 01.00 WIB, M Nuh membawa korban ke sebuah kawasan ladang sawit di Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
 
“Kemudian pelaku langsung mencabuli SR sebanyak dua kali,” sebut Firdaus.
  
Puas melakukan aksi bejatnya pelaku membawa korban ke Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
 
“Sekitar pukul 04.15 WIB korban diturunkan di jalan,” ujar Firdaus.
 
Karena aksi pelaku, korban mengalami kerugian kehilangan hape dan sepeda motor. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ini ke polisi. Lalu polisi menangkap pelaku  Rabu (9/6). Dia diciduk di rumahnya  di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa.
 
“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal pencurian dan kekerasan yakni Pasal 365 dan atau Pasal 363 dari KUHP ancaman hukuman maksimal 12 tahun,”kata Firdaus.
 
Sementara terkait pasal pencabulan polisi belum menerima laporan korban SR. 
 
"Jika sudah membuat laporan, Satreskrim Polresta Deli Serdang akan melimpahkan ke Polrestabes Medan. Mengingat lokasi pencabulan berada di wilayah hukum Polrestabes Medan,"tambah Firdaus.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru