Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Ketua PWI Langkat, Darwis Sinulingga : Tangkap Pelaku Penembakan Wartawan dan Hukum Seberat-beratnya

Sabtu, 19 Juni 2021 | 16.45 WIB
Kali Dibaca |


Langkat, Metrolangkat-binjai.com
Kekerasan dan intimidasi terus terjadi kepada para wartawan. Meski dilindungi oleh Undang Undang, namun hal itu sepertinya tidak menjadi jaminan. Malah ancaman profesi wartawan terlihat semakin nyata.

Masih segar diingatan kita rumah seorang wartawan Binjai dibakar oleh OTK pada Minggu (13/6) Dinihari lalu. Kini malah seorang wartawan ditembak oleh Orang Tak Dikenal hingga harus menghembuskan nafas terakhir.

Kejadian itu menimpa seorang wartawan yang diketahui bernama Marsal Harahap. Pria yang diketahui menjadi Pimpinan Redaksi (Pimred) sekaligus pemilik media online Lassernewstoday.com, ditembak oleh OTK, tidak jauh dari rumahnya di Pematang Siantar.

Kejadian itu pun banyak disesalkan oleh berbagai pihak dan mengutuk kejadian itu. Sebab, penembakan yang dilakukan oleh OTK hingga menghilangkan nyawa seseorang, adalah perbuatan biadab dan tidak berprikemanusiaan.

Salah seorang yang ikut mengutuk kejadian itu adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Langkat, Darwis Sinulingga. Sebagai seorang wartawan, Pria berpostur tinggi ini meminta kepada aparat Penegak hukum, agar segera mengungkap dan menangkap pelakunya serta menghukum seberat beratnya.

"Hal ini tidak bisa ditolerir lagi. Ini merupakan perbuatan biadab dan pelakunya harus dihukum seberat beratnya. Untuk itu kami meminta kepada aparat Kepolisian, agar segera mengungkap kasus penembakan terhadap rekan kami hingga nyawanya melayang," ungkap Darwis Sinulingga, Sabtu (19/6).

Sebagai Ketua PWI Langkat, Darwis Sinulingga juga menyayangkan adanya kekerasan hingga tega menghilangkan nyawa seorang wartawan yang dilindungi oleh Undang Undang saat menjalankan profesinya sebagai Sosial kontrol.

Pemilik salah satu Perusahaan media di Sumatera Utara ini juga menegaskan, tindakan menghalangi tugas Jurnalistik, seperti melakukan kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang, pastinya merupakan tindakan yang melawan hukum.

"Kami mengutuk kekerasan pada wartawan. Tindakan itu merupakan bentuk pembungkaman kebebasan pers. Kekerasan kepada wartawan jelas melawan hukum. Apalagi sampai membunuh," ucap Darwis.

Profesi seorang wartawan, lanjut Pria berdarah Karo ini, dilindungi dan sudah diatur dalam Undang Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers. Untuk itu, bukan saja dijamin, namun seorang harus mendapatkan perlindungan hukum saat menjalankan tugasnya.

"Namun hari ini kita mendengar rekan kita meninggal dunia karena ditembak oleh OTK. Sedih kita mendengarnya. Semoga hal ini tidak terjadi lagi kepada rekan rekan wartawan lainnya," harapnya.

Untuk itu, sebagai rekan seprofesi, Darwis Sinulingga berharap kepada rekan rekan sesama wartawan, untuk selalu berhati hati. "Keselamatan adalah yang utama. Tetap berhati hati dan waspada karena kerjadian tersebut bisa menimpa siapa saja, termasuk mereka yang berprofesi jurnalis," tutur Ketua PWI Langkat.

Mewakili rekan rekannya sesama wartawan, khususnya Langkat, Darwis Sinulingga mengucapkan bela sungkawa serta duka yang mendalam atas meninggalnya Marsal Harahap.

"Duka mendalam kami sampaikan untuk keluarga korban. Semoga Almarhum Husnul Khotimah," ucap Darwis, seraya menegaskan, apapun alasan atau motifnya,perbuatan menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan keji.

Diketahui, kabar meninggalnya Marsal pun sontak mengagetkan kerabat dan kalangan Pers di Kota Pematang Siantar. 

Wartawan pun mendatangi RS Vita Insani Pematang Siantar, dimana Marsal dilarikan untuk memperoleh perawatan medis.

Selama hidup, Marsal dikenal sebagai pemilik sekaligus Pemimpin redaksi (Pimred) lassernewstoday.com, serta bendahara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Siantar dan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Humas RS Vita Insani Pematangsiantar Sutrisno Dalimunthe, kepada wartawan mengatakan, Marsal dibawa ke RS Vita Insani sekira pukul 01.00 Wib, dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Beliau (Marsal) datang sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dibawa ke RS Vita Insani sekitar Pukul 01.00 Wib,” kata Sutrisno. (rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru