Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Kecamatan Gunung Meriah tidak Lagi Zona Hijau Covid 19

Senin, 19 Juli 2021 | 22.04 WIB
Kali Dibaca |

Sekda Deliserdang Darwin Zein  melakukan pertemuan bersama para kades se Kecamatan Bangun Purba dan Gunung Meriah terkait evaluasi kasus Covid 19.

Bangun Purba, metrokampung.com
Sekda Deliserdang Darwin Zein didampingi Asisten pemerintahan Citra Efendi Capah, Asisten umum Dedi Maswardy, Kalak BPBD  Zainal Abidin Hutagalung, Kadis Kominfo Miska Gewasari, mewakili Kasatpol PP melakukan pertemuan bersama para Kades se Kecamatan Bangun Purba dan Gunung Meriah terkait diskusi dan evaluasi kasus Covid 19 bertempat di Aula Kantor Camat Bangun Purba, Sabtu (17/7/21).
 
Turut hadir pada acara tersebut Camat Bangun Purba Raden Mewah Ristanto, Camat Gunung Meriah Hendra Siregar serta para kepala puskesmas setempat.
 
Darwin Zein menyampaikan kegiatan diskusi dan evaluasi ini untuk mendapatkan saran dan  masukan dari para kades dan kepala puskesmas tentang hal-hal yang menjadi permasalahan yang terjadi di wilayah masing masing.
 
"Mewajibkan kepada masyarakat agar memakai masker apabila ada kemalangan atau ada warga yang meninggal dunia para takjiah wajib memakai masker, di Kecamatan Gunung Meriah dan Bangun Purba bagi yang mengadakan pesta dibatasi sampai pukul 18.00 wib tetap menggunakan protokol kesehatan. Apabila ada yang positif covid 19 akan diisolasi mandiri dan harus mendapat persetujuan dari dokter, vaksinasi tetap dilakukan dari puskesmas bersama pihak kecamatan turun ke desa",ucap Sekda.
 
Asisten pemerintahan Citra Efendi Capah menyampaikan  awalnya Gunung Meriah zona hijau dalam kurun waktu yang lama, namun baru baru ini akhirnya tidak terbendung juga, ada juga yang terkena covid 19. Begitu juga Bangun Purba yang selama ini dianggap zona kuning, akhirnya ada juga dusun yang zona merah, yaitu dusun 4 Pergoruan.
 
"Untuk itu bagaimana caranya agar Kecamatan Bangun Purba dan Gunung Meriah bisa kembali menjadi zona hijau,"ucap Asisten.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru