Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Redam Tawuran di Belawan, Anggota DPRD Bayek Minta Ekonomi Warga Lokal Harus Ditingkatkan

Senin, 26 Juli 2021 | 23.11 WIB
Kali Dibaca |

Anggota DPRD Medan Mulia Asri Rambe alias Bayek.

Medan, Metrokampung.com
Tawuran yang kerap terjadi di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) harus segera diredam. Mengingat, tawuran tersebut tidak hanya terjadi belakangan ini saja namun, telah terjadi sejak tahun 1980 an lalu.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II, Mulia Asri Rambe atau yang akrab disapa Bayek saat dihubungi wartawan, Senin (26/7/2021) melalui telepon seluler.

"Saya tinggal di Medan Utara sejak 1970 dan saat saya SMP di tahun 1982, tawuran kerap terjadi di Belawan. Dulu itu, Anak Simpang Jalan Bunga dengan anak Gang 7 tawuran. Masalahnya, ya cuma karena hal sepele. Anehnya, konflik antar warga itu masih terjadi hingga saat ini," ungkap anggota DPRD Kota Medan dari Komisi I itu.

Tawuran yang kerap terjadi di Belawan itu, membuat politisi dari Dapil II Kota Medan meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Marelan ini miris. Bayek pun meminta kepada seluruh pihak untuk bersatu. 

Menurut, Bayek tidak hanya aparat hukum yang bertanggungjawab meminimalisir tawuran tersebut. Namun, stakeholder lain seperti pemerintah daerah yang termasuk di dalamnya anggota dewan, BUMN, pengusaha lokal, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya juga ikut bertanggungjawab.

Hal ini sesuai dengan UUD Nomor 7 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Di dalam UUD 7 2012 tersebut mengatur tentang serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadi Konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik.

Dalam pasal 9 UUD 7 2012 itu juga menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban meredam potensi konflik dalam masyarakat. 

Tak hanya itu, Bayek juga mengatakan bahwa sesuai pasal 36 UUD 7 2012 itu menyebutkan pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban melakukan upaya pemulihan pascakonflik secara terencana, terpadu, berkelanjutan dan terukur.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Bayek perekonomian warga lokal harus ditingkatkan. Mengingat, ekonomi yang rendah menyebabkan emosi warga gampang tersulut.

"Di KIM (Kawasan Industri Medan) dan di Belawan itu kan ada ratusan perusahaan. Baik perusahaan milik BUMN maupun perusahaan swasta. Alangkah baiknya bila perusahaan- perusahaan menjalankan program CSRnya dengan tepat sasaran kepada masyarakat sekitar," paparnya. 

Selain itu, Bayek menambahkan tak ada salahnya juga bila perusahaan- perusahaan itu memberdayakan masyarakat sekitar menjadi tenaga kerjanya. "Maunya, agak diutamakan dahululah warga lokal itu, agar mereka bisa bekerja dan memiliki perekonomian setidaknya memadai untuk keluarganya," paparnya seraya meyakini  bila perekonomian warga lokal telah membaik, segala macam bentuk konflik antar warga akan berkurang.(Ra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru