SILANGIT, metrokampung.com
Sebanyak 12 utusan terbaik Kabupaten Tapanuli Utara yang tergabung dalam Kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 akhirnya mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Silangit, Minggu (28/6/2026) pukul 10.45 WIB. Kepulangan delegasi yang terdiri dari jajaran Dinas Pertanian, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani milenial, dan perwakilan media ini menandai berakhirnya misi besar mereka dalam membawa pulang inovasi teknologi pertanian sekaligus mempromosikan potensi daerah di kancah nasional.
Rangkaian perjalanan estafet lintas pulau yang melelahkan terbayar tunai oleh berbagai capaian strategis selama berada di Provinsi Gorontalo yang dijuluki Serambi Madinah.
Gencarkan Inovasi dan Sukses Curi Perhatian Lewat Ulos-Kemenyan
Sejak bergulirnya agenda pada Selasa (23/6/2026), tim yang dipimpin oleh Victor G. Hutabarat ini langsung bergerak taktis dalam beberapa agenda simultan. Sebagian delegasi menghadiri forum nasional "Temu Sukses Petani dan Penyuluh" di Gedung University Gorontalo yang diselenggarakan oleh BPPSDMP Kementerian Pertanian. Forum ini menjadi ruang serap ilmu bagi utusan Taput untuk mempelajari diseminasi teknologi pertanian terbaru dan pemantapan pilar swasembada pangan demi menyongsong Indonesia Emas.
Sementara itu, di sektor promosi daerah, Stan Pameran Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang dijaga oleh tim Taput sukses mencuri perhatian pengunjung. Komoditas andalan berupa Kemenyan dan warisan budaya Ulos dipromosikan secara masif melalui perpaduan produk fisik dan tayangan visual interaktif pada layar digital.
"Misi kita di sini jelas, yaitu memperkenalkan komoditas andalan dan warisan budaya Tapanuli Utara agar semakin dikenal luas di kancah nasional hingga dunia internasional," tegas Pimpinan Tim, Victor G. Hutabarat, di sela-sela pameran.
Tak hanya fokus pada agribisnis, komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan juga ditunjukkan lewat kunjungan lapangan berbasis lingkungan ke Destinasi Wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Bone Bolango. Di sana, delegasi mengkaji bagaimana penerapan protokol ekowisata yang ketat mampu menghidupkan roda ekonomi lapak pedagang lokal sekaligus menjaga kelestarian biota laut.
Tunjukkan Loyalitas Tinggi di Hadapan Presiden RI
Puncak dari komitmen delegasi terlihat pada upacara penutupan PENAS XVII yang berlangsung hari Rabu (24/6/2026) di Pelataran Utama Lokasi PENAS. Meski situasi di lapangan padat berdesakan dan diiringi cuaca panas terik khas Gorontalo, seluruh anggota Kontingen Tapanuli Utara tetap bertahan dengan disiplin tinggi sejak pukul 07.00 WITA demi mengikuti seluruh seremoni yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dalam arahan penutupnya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sinergi ketahanan pangan, adopsi teknologi bagi efisiensi hasil bumi, serta penguatan jejaring antardaerah demi kedaulatan bangsa. Presiden juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehangatan dan toleransi luar biasa yang ditunjukkan masyarakat Gorontalo selama menyambut ribuan pejuang pangan dari seluruh penjuru Nusantara.
Kembali ke Tanah Batak
Setelah berpamitan dengan masyarakat Kelurahan Kayu Manis, Kabupaten Gorontalo, yang telah menjadi induk semang yang ramah dan penuh toleransi, kontingen memulai perjalanan pulang pada Sabtu (27/6/2026). Menggunakan maskapai Lion Air, tim menempuh rute Gorontalo menuju Makassar untuk transit dan menginap, sebelum melanjutkan penerbangan subuh ke Jakarta dan melakukan transit akhir menuju Silangit.
Kini, seluruh anggota kontingen telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat tanpa kurang suatu apa pun. Tugas seremonial PENAS XVII boleh saja usai, namun implementasi ilmu, jaringan kerja baru, dan semangat inovasi yang dibawa pulang diharapkan segera menular ke seluruh petani di Tapanuli Utara demi kemajuan agraris di Tanah Batak.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
