Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Cakap-Cakap di Warung Kopi : Karena Ada Celah dan Regulasinya, Dinas Pendidikan Langkat Gelar Sekolah Tatap Muka Terbatas

Minggu, 15 Agustus 2021 | 20.31 WIB
Kali Dibaca |


Langkat, Metrokampung.com
Sudah lama dunia pendidikan kita lesu karena semua sekolah ditutup dan proses belajar-mengajar di depan kelas ditiadakan akibat pandemi Covid-19. Karena itu, begitu ada 'celah' dan regulasi untuk menggelar proses belajar mengajar secara langsung di depan kelas,  Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat pun melakukannya,  walaupun masih terbatas, dengan nama Pembelaran Tatap Muka Terbatas. 
     
Kebijakan itu dianggap berani, sebab bisa saja angka korban (terpapar)  Covid-19 kembali meningkat. 
     
"Ya,  saat ini kita berada di level 2. Karena itu,  untuk menghindari tuntutan masyarakat, kita bisa melakukan proses pembelajaran tatap muka, tapi proses pembelajaran tatap muka terbatas," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Dr.H. Saiful Abdi, SE, SH, MPd kepada para wartawan saat Cakap-Cakap di Warung Kopi, Selasa sore (10/8/2021), di Warung Kopi Jurnalis Jarik 49, Jalan Proklamasi Psr VI Kwala Bingei, Stabat.

Lalu, bagaimana kalau kembali naik ke level 3 atau 4, namanya zona merah ?  Dengan tegas Saiful Abdi menjawab,  akan ditinjau ulang. 
     
"Kalau perlu ya terpaksalah sekolah itu ditutup lagi, apa boleh buat. Namanya juga uji coba, "ujarnya.

#Masyarakat Bisa Menggugat
Saat ini Kabupaten Langkat masuk ke dalam zona kuning.  Karena itu,  yang diberlakukan adalah PPKM level 2. 
     
Artinya,  ada celah untuk melaksanakan proses belajar tatap muka walaupun harus dengan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.  Nah, kalau tidak dilaksanakan, masyarakat bisa menuntut atau menggugat.  


Ya,  namanya, gugatan Citizen Law Suit dari masyarakat. Sebagai bukti,  Saiful Abdi pun memberikan contoh.
     
Di suatu daerah,  masyarakat memaksa dan beramai-ramai mengantarkan anaknya ke sekolah. Kata mereka, untuk apa di rumah, anak-anak harus belajar di sekolah.
      
Lalu, di daerah yang lain saat Saiful Abdi datang berkunjung ke sana, dia sempat jadi tontonan orang banyak dan justru dituding terpapar Covid karena memakai masker. 
     
Lucu kan,  dia yang pakai masker,  tapi dia yang dicemooh.  Saiful sendiri mengaku heran,  tapi itulah memang kenyataannya.
 
# 95 Persen Guru Sudah Divaksin
Yang membuat Saiful bertambah yakin,  saat ini, sekitar 95% tenaga pengajar (guru) yang ada di Kabupaten Langkat telah divaksinasi. Nah, itu juga merupakan syarat untuk pemberlakuan proses belajar tatap muka terbatas.

# Kuatkan Iman
Lebih lanjut Saiful Abdi pun menambahkan, dia pernah jadi perhatian karena memakai masker. Ya,  ternyata di sana tidak ada yang memakai masker. 
    
Namun anehnya, walaupun tidak memakai masker, di sana aman-aman saja. Sampai sekarang masih saja masuk zona aman. 
     
"Dari situ,  saya percaya bahwa segala sesuatunya kita serahkan saja kepada 'yang di atas' karena dimanapun kita bisa meninggal. Di rumah pun kita,  bisa meninggal.  Yang penting kuatkan hati kuatkan iman dan tetap berusaha menjaga imun tubuh agar tetap stabil dan sehat serta menjalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada,"ujarnya.

#Tidak Marah Dikritik
Lebih lanjut,  Saiful Abdi pun menegaskan,  tidak marah dikritik, asalkan kritik yang sehat dan membangun. 
     
" Ya, saya tidak marah dikritik, sebab dulu juga saya tukang kritik, tapi ya tentunya kritik yang sehat dan membangun, " ujarnya. 
     
Karena itu,  dia pun meminta para wartawan untuk memantau. Jika ada yang melenceng,  ya silahkan disampaikan kepadanya, biar diperbaiki,  ditindak atau diluruskan.
     
" Ya,  karena itu kalau ada guru atau kepala sekolah yang macam-macam,  ya laporkan saja,  karena tidak boleh ada yang macam-macam di sekolah, " ujarnya. (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru