Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Gadis Desa Penakluk Pria pria Bermobil (10) Menolak Diajak Ngamar Mengaku Masih Perawan

Selasa, 10 Agustus 2021 | 20.04 WIB
Kali Dibaca |

Jalan gang dari tempat kos Ina.

Pada pertemuan keempat mereka berbeda dengan pertemuan sebelumnya.
 
Jika pada pertemuan pertama sampek ketiga, Ina (namanya sengaja disamarkan ya biar suaminya gak malu dengan kelakuan istrinya sebelum dinikahi) menuntaskan birahi pasangannya dengan mulutnya, kali ini mereka hanya jalan-jalan saja.
 
Seperti biasa, Ina pun duduk di samping supir. Jari tangan kanannya sesekali digunakan memegang rambutnya menutupi jidatnya. Logat bahasanya kental masih kampungan walau sesekali pakek logat Jakarta tapi tetap saja gak pas.
 
Bibirnya yang agak mancung ke depan dipoles warna menyala. Wajahnya mencoba serius mendengarkan cakap pria yang duduk di sebelahnya.
 
Mobil pun berjalan lamban begitu memasuki kawasan Padang Bulan Medan dari arah Simpang Pos.
 
Satu persatu hotel kelas melati di tempat itu mereka lewati. Tanpa sepengetahuan Ina, mata pria di sampingnya jelalatan melihat salah satu hotel langganannya.
 
Begitu tiba di depan pintu masuk hotel, stiur pun dipulas ke kiri. Saat mobil berbelok, Ina kaget dan sedikit berteriak.

 "Aku masih perawan,"katanya singkat sambil kedua tangannya memegang lengan kiri pria di sebelahnya yang lagi memegang stiur. Ia pun merengek untuk tidak ke hotel itu.

 Saat mobil atrek untuk melanjutkan perjalanan, cewek tamatan fakultas ekonomi itu pun berjanji sambil berbisik mau ke tempat itu dilain waktu.

 "Lain waktu yah,"katanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri sang supir. 

 Mobil pun sedikit dikebut ke arah Jalan Ringroad. Setiba di tempat sepi dan gelap di jalanan yang sering dijadikan adu balap-balapan mobil menepi dan berhenti.
 
Belum lagi sempat mesin mobil dimatikan, Ina pun menjelaskan bahwa di kawasan itu sering terjadi aksi begal. Iapun minta kepada pasangan barunya untuk pergi dari tempat tersebut.
 
Mereka pun akhirnya hanya berkeliling dan kemudian pulang ke kos-kosannya. Setiap kali sampek di depan kosannya, Ina tak memperbolehkan teman prianya turun dari mobil.
 
Belakangan baru diketahui, ternyata pacarnya Ina juga ngekos di tempat yang sama. Mereka dulu sama-sama mahasiswa satu kampus. Kamar pacarnya berada persis di dekat pintu masuk. Sedang Kamar Ina nomor tiga dari kamar pacarnya. Ina bisa keluyuran dengan lelaki manapun dikarenakan pacarnya sedang pulkam ke Simalungun. 
 
Pada pertemuan selanjutnya Ina pun mulai buka mulut soal sama siapa saja dia dekat. Ina adalah perempuan perantau dari salah satu desa di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Deli Serdang. Desanya pernah berjuluk desa siluman karena warganya tinggal di desa lain dan sempat viral di media cetak dan online juga media sosial Facebook. Orang tua Ina menikah impal yakni nikah dengan keluarga dekat. Keluarga Ina juga pamong di desanya. (*/bersambung)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru