Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Soal Judi Pernyataan Kapolsek Pantai Cermin Dianggap Lelucon oleh Warga

Minggu, 01 Agustus 2021 | 21.03 WIB
Kali Dibaca |

Gedung berlantai dua yang dijadikan lokasi judi mulai dibenahi usai mesin judinya dihancuri warga.

Pantai Cermin, metrokampung.com
Lokasi judi di Jalan T Rizal Nurdin Gang Yakup Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Jumat (307/21) malam sekira pukul 22.00 wib digrebek puluhan warga.
 
Sebanyak 16 mesin judi berbagai jenis ditempat itu dihancuri menggunakan godam.
 
Punbegitu, Kapolsek Pantai Cermin Polres Serdang Bedagai AKP Tedy Napitupulu mengaku tidak tau ada penggerebekan.
 
Karuan warga di sana menganggap, pernyataan mantan Kapolsek Galang Polresta Deli Serdang iut dianggap lelucon.
 
"Masak Kapolsek bilang gak tau di wilayah hukumnya ada penggerebekan lokasi judi oleh warga. Padahal lokasi judi tersebut tidak seberapa jauh dari Mapolsek Pantai Labu. Aneh kali kan pernyataan seorang Kapolsek,"bilang Panjul dan warga Pantai Cermin lainnya, Minggu (1/8/21).
 
Sambung warga, jika penggerebekan lokasi judi saja Kapolsek tidak tau, macam mana pula dengan kasus pidana atau kejahatan lainnya yang terjadi di Pantai Cermin.
 
"Bisa gawat kita sebagai warga jika polisi saja tidak mengetahui apapun kejadian di wilayah hukumnya. Udah ga nyaman lagi la kita di Pantai Cermin ini. Seharusnya ada deteksi dini sebelum kejadian. Ini yang terang-terangan dan melibatkan orang banyak melakukan penggerebekan, Kapolsek ngakunya tidak tau. Apa karena yang digrebek lapak judi sehingga  Kapolsek pura-pura ga tau,"tanya warga tak habis pikir.
 
Diberitakan, gedung berlantai dua yang dijadikan lapak judi didatangi puluhan warga. Massa yang marah dengan praktek perjudian milik warga Lubuk Pakam yang dijaga oknum TNI dari Galang dan Pematang Siantar tersebut merusak 16 mesin judi berbagai jenis yang ada ditempat itu.
 
Ketika aksi massa berlangsung sejumlah oknum TNI yang setiap harinya berjaga di tempat itu tidak menampakan batang hidungnya.
 
Ditaksir pemilik tempat perjudian menanggung rugi meliaran rupiah. Mengingat, satu unit mesin judi made in China yang dihancuri seharga Rp 150 juta.
 
Punbegitu, disebut-sebut pemilik mesin judi tetap akan membuka bisnis haramnya itu di tempat tersebut.
 
Sementara Kapolsek Pantai Cermin, AKP Teddy Napitupulu ketika dikonfirmasi wartawan pasca penggrebekan mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.
 
"Ga tau saya soal itu. Saya mau rapat ke Polres,"jawabnya ketika dikonfirmasi via seluler, Sabtu (3/6/21). (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru