Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Warga Dusun VIII, Desa Marindal II Gotong Royong Bantu Keluarga Terpapar Covid 19 Saat Isolasi Mandiri

Selasa, 24 Agustus 2021 | 14.51 WIB
Kali Dibaca |


Marindal II, metrokampung.com
Dunia sekarang berjibaku mengatasi peredaran virus Covid 19. Bahkan, ada beberapa negara yang terseok-seok ekonominya hanya karena merebaknya viruas Covid 19. Bahkan Indonesia pontang-panting melakukan berbagai cara untuk memperkecil peredaran Covid 19. Dan sampai saat ini PPKM masih terus diperpanjang. Sosialisasi prokes tak henti-hentinya dilakukan. Suntik Vaksin yang sampai sekarang belum tuntas dilaksanakan.

Disamping program-program pemerintah, warga harusnya peduli, gotong royong,  dalam menyelesaikan persoalan Covid 19 ini.

Seperti yang dilakukan warga Dusun VIII, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, terhadap keluarga Bpk Hutagaol Ibu Siburian bersama anaknya yang terpapar Covid 19. Keluarga ini domisili di Dusun VIII, namun KKnya dan KTPnya di Garu 8, Medan.

Setelah beberapa hari dirawat di rumah karena sakit, istri Bapak Hutagaol, Br. Siburian, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Mitra Medika, namun meninggal dunia dan dinyatakan Covid 19 dan dikebumikan di Simalingkar, Minggu, (22/8/2021).

Setelah ibu itu dikebumikan, anak pak Siburian memberitakukan peristiwa itu ke Gereja mereka. Dan para pengurus Gereja GPP Estomihi Payabado menyarankan supaya Bpk Siburian dan anaknya melakukan swab. Namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya pengurus gereja memberi biaya swab sebesar Rp.300.000,- kepada keluarga.

”Setelah pulang geraja, kami tiba-tiba terkejut melihat anak pak Hutagaol datang dan memberitahu bahwa ibunya meninggal karena Covid 19, maka kami menyarankan supaya Bapak dan anak tersebut diswab. Kami pun memberi Rp.300.000,- untuk biaya swabnya,” ujar Bapak Sianturi yang tak lain suami Pdt. Mona Hutasuhut.

Setelah swab antigen, Bapak Hutagaol hasilnya positif dan anaknya negatif. Sehingga masyarakat sekitar semakin resah. Dan menganjurkan supaya Pak Hutagaol melakukan isolasi mandiri.

Namun karena keterbatasan ekonomi, dan juga administrasi mereka di Kota Medan, membuat warga semakin resah. Ditambah bapak Hutagaol keluar-keluar.

Akhirnya Kepala Dusun VIII, langsung melakukan penyemprotan dispektan di rumah bapak Hutagaol, dan mengkomfirmasi kepada kepling yang ada di Garu 8. Melalui telepon, Kepling Garu 8 mengatakan akan segera melaporkan ke Puskesmas Medan Amplas.

Namun sampai berita ini tayang, belum ada respon dari pihak Kota Medan. Akhir warga sepakat melakukan swadaya dan gotong royong untuk meringankan beban Bapak Hutagaol dan keluarga.




Dengan partisipasi warga, keluarga mendapat bantuan Rp.540.000,-, bahkan sudah ada yang mengantar beras, telur, dll. 
Dan oleh kesepakatan warga, uang tersebut dibelanjakan sebahagian untuk beras 10 kg, susu, gula, sabun, telur 1 papan dll. Sisanya diserahkan kepada keluarga. Bahkan ada dari aparat kepolisian yang bertugas di Poldasu memberikan obat Cina secara gratis kepada keluarga.

"Sungguh mulia, dan sangat berterima kasih atas partisipasi warga Dusun VIII, yang mau bahu membahu meringankan beban saudara kita yang terpapar Covid 19 ini, seperti ini harusnya dilakukan di negara kita ini, sehingga mempercepat pulihnya negera kita ini dari Covid 19. Tidak mengintimidasi, mengkriminalisasi para warga yang terpapar Covid. Namun harus saling menjaga, gotongroyong, saling membantu," ujar Simon Sinaga, Kepala Dusun VIII.

Calvin Sijabat, Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Deliserdang, bahwa sangat mengapresiasi gotong royong warga Dusun VIII, Desa Marindal II dalam membatu keluarga yang terpapar Covid 19," ujarnya di Group Pemdes Marindal II.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Marindal II, menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan seluruh warga yang sudah meringankan beban warga yang terpapar Covid 19. Apabila seperti ini terlaksana di desa, dusun yang lain, akan sangat membantu pemerintah," jelas Jufri Antono.(tim)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru