Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Catatan DPRD Medan, Pemblokiran Jalan di Medan Utara Sering Terjadi, Tapi Nihil Eksekusi

Minggu, 26 September 2021 | 14.17 WIB
Kali Dibaca |

Anggota Komisi IV DPRD Medan Syaiful Ramadhan.

Medan, Metrokampung.com
Aksi blokir jalan di kawasan Labuhan Deli oleh ratusan warga yang menolak beroperasinya truk trado dan truk pengangkut kontainer yang mengakibatkan kerusakan jalan dan polusi perlu disikapi serius Pemerintah Kota Medan.

Protes warga di perbatasan Lingkungan 1 Kelurahan Labuhan Deli dengan Lingkungan V dan VI Kelurahan Paya Pasir menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat resah dan kecewa dengan penanganan pembangunan di kawasan Medan Utara yang meliputi 4 kecamatan tersebut. Yakni, Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan. 

Catatan ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan. Kasus pemblokiran jalan yang dilakukan warga harusnya mampu menyadarkan Pemko Medan dalam menuangkan kebijakan pembangunan di Medan Utara.

"Saya memberi catatan dari persoalan yang ada, sampai dengan hari ini dalam setiap perbincangan dan rencana pembangunan Kota Medan, kawasan Medan Utara selalu menjadi isu yang menarik, menjadi wacana yang mengemuka di publik namun kenyataannya tidak sesuai atau lebih kesan bisa dibilang nihil eksekusi," ucap Syaiful kepada wartawan di Medan, Sabtu (25/9/2021) menyikapi protes warga di Labuhan Deli.

Pemblokiran jalan di kawasan Labuhan Deli yang dilakukan warga, menjadi bukti untuk Pemko Medan bahwa ada penerapan kebijakan yang salah di sana. 

"Pertama, kawasan di sana merupakan kawasan pemukiman bukan kawasan industri. Beroperasinya gudang cargo dengan truk trado dan kontainernya telah mengakibatkan kerusakan dan polusi bagi masyarakat," tegas Syaiful.

Politisi yang juga duduk di Badan Anggaran ini mengatakan, ada persoalan serius yang disampaikan warga. Kawasan di Labuhan Deli tersebut merupakan kawasan yang mengakses langsung ke objek wisata Danau Siombak. 

"Kita melihat kebijakan ini makin tidak sinkron di lapangan, kawasan wisata yang harusnya nyaman untuk perjalanan menjadi terganggu akibat beroperasinya truk-truk besar, efeknya jalan menjadi rusak dan polusi. Dengan kondisi ini sudah pasti pengunjung malas mengakses kawasan ini," ucapnya.

Pemerintah Kota Medan dibawah pimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution diyakini bisa segera menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak terjadi keresahan masyarakat yang meluas. 

"Persoalan pembangunan Medan Utara merupakan bagian dari komitmen kepemimpinan Bobby-Aulia, protes warga di kawasan Labuhan Deli bisa menjadi masukan yang tepat untuk Wali Kota Medan untuk segera membereskannya," pungkas Syaiful.

Untuk diketahui, ratusan warga simpang jalan ke Siombak perbatasan Lingkungan 1 Kelurahan Labuhan Deli dengan Lingkungan V dan VI Kelurahan Paya Pasir memblokir jalan dan melarang truk trado dan truk pengangkut kontainer masuk ke dalam kawasan Siombak, Jumat sore (24/9/2021) kemarin.

Aksi pemblokiran warga ini dilakukan karena sudah lama resah akibat aktivitas truk trado dan kontainer yang gudangnya berada dalam kawasan Siombak. (Ra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru