Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Pemkab Langkat Mulai Tanggapi Gonjang-Ganjing Pajak Baru Stabat yang Kumuh, Semrawut dan Tidak Tertata

Minggu, 19 September 2021 | 17.44 WIB
Kali Dibaca |

Kadisperindag Langkat, Drs. H. Sukhyar Muliamin, MSI.

Langkat, Metrokampung.com
Gonjang-ganjing pajak baru Stabat yang semrawut, kumuh dan tidak tertata mulai mendapat perhatian yang serius dari Pemkab Langkat. Apalagi, tim Cakap- Cakap di Warung Kopi Youtube Konten Kreator sudah datang untuk meliput dan berdialog langsung dengan para pedagang dan mempublikasikan hasil pertemuan mereka  ke publik. 
     

Dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyampaikan kekecewaan dan keluh-kesah mereka. Jadi,  sudah sepantasnyalah pajak baru Stabat dibenahi dan ditata ulang.
Kadisperindag Langkat,  Drs. H. Sukhyar Muliamin menjelaskan, sebagai pengelola,  mereka fokus membenahi dan mengelola pajak baru Stabat. 
     
" Saya tidak mau balik cerita ke belakang,  sebab semua tahu ada pera pihak ketiga yang memiliki modal. Mereka yang membangun dan  bekerjasama dengan Pemkab Langkat hingga terjadi sengketa (masalah hukum), para pedagang dan masyarakat pun tahu itu," ujarnya. 
     
Karena sudah ditangani oleh pihak hukum, Muliamin pun menegaskan, biarlah masalah hukum mereka yang menjelaskan. Namun bisa dijelaskan bahwa prosesnya sudah sampai di pengadilan tinggi.

Dia pun menambahkan, memperbaiki (merevitalisasi) atau memindahkan dan membangun kembali (merelokasi) pajak baru Stabat bukanlah hal yang mudah. Karena itu,  diperlukan peran dari semua pihak,  termasuk peran dari Dinas PUPR, karena mereka yang lebih mengerti untuk membuat daftar kerusakan yang harus diperbaiki.
     
Saat ini, drainasenya buruk, kalau hujan banjir dan becek.  Para pembeli yang datang pun harus bersenggolan,  apalagi para pedagangnya juga banyak.  Kalau tidak salah, ada 600 orang yang berdagang di pajak baru,  Stabat.
     
"Ya, tidak masalah mau 600 orang atau 350 orang, namanyapun pasar atau pajak.Yang penting harus ditata agar enak dan nyaman kita semua, "ujarnya.
Namun, semua butuh waktu. Yang jelas masalah ini sudah dipikirkan dan dalam waktu dekat akan segera dimulai.  
     
"Ya,  bahkan Senin depan kami akan segera menggelar rapat bersama semua pihak yang terkait,"ujarnya saat acara Cakap-cakap Cakap di Warung Kopi digelar di Sentra Promosi IKM dan Pusat Oleh-Oleh Khas Langkat, Sei Karang,  Stabat,  Jumat (17/9).
     
Hal itu penting,  karena sudah seharusnya memang Kabupaten Langkat memiliki pajak yang lebih refresentatif dan modren. Jadi, wajar jika pembangunannya pun harus disegerakan.
     
Malah,  kalau bisa bukan hanya di Stabat,  tapi juga di daerah yang lain,  di wilayah Langkat Hulu dan Teluk Aru.
      
" Itu sudah kami programkan, tapi biarlah dari sini dulu kita mulai. Kalau tidak, bagaimana kita bisa mendapat penilaian yang bagus untuk lomba Adipura. Padahal, sudah 11 kali kita neraih Piala Adipura, " ujar Muliamin sambil melirik Kadis Lingkungan Hidup yang tepat duduk di sampingnya.(BD/Sr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru