Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Tekan Penyebaran Covid-19, Posko PPKM Mikro Dibangun Di Pasar Rakyat Sergai

Jumat, 03 September 2021 | 18.43 WIB
Kali Dibaca |


Sergai, metrokampung.com
Demi pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 semakin meluas, Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro akan dibangun di pasar-pasar rakyat di seluruh Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Salah satu posko PPKM  yang dibangun berada di Pasar Rakyat Perbaungan, Jalan Anggrek, Kecamatan Perbaungan, yang diresmikan Bupati Sergai, Darma Wijaya, Jumat (3/9/2021). Peresmian posko tersebut sekaligus kegiatan bulanan Gerakan Belanja Bersama Kebutuhan Dapur dan Harian di Pasar Rakyat (Gerebek Dahsyat) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sergai. 

Turut hadir dalam peresmian unsur Forkopimda Kabupaten Sergai yakni Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, Dandim 02/04 DS, Letkol. Kav. Jackie Yudha, Kepala Kejari Sergai, Donny Haryono Setiawan,  Ketua Tim Penggerak PKK Sergai, Hj Rosmaida Darma Wijaya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sergai, Karno Siregar, Camat Perbaungan dan lainnya. 
Bupati Darma Wijaya mengatakan pasar rakyat yang terletak di Kelurahan Batang Terap, Perbaungan ini merupakan salah satu zona level IV di Kabupaten Sergai. Di mana, angka penyebaran Covid-19 tinggi, sehingga penerapan posko PPKM Mikro perlu di maksimalkan. 

" Saya minta Pak Camat, Pak lurah, dipertahankan kebersihan pasar ini. Saya lihat ini sudah rapi, jangan karena  ada bupati datang baru dibersihkan. Di Batang Terap ini zona level IV di Sergai, maka kita pilih di sini pembangunan posko PPKM di pasar sebagai percontohan, untuk mengurangi penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Kegiatan Gerebek Dahsyat dilakukan guna membangkitkan perekonomian rakyat dan memulihkan keterpurukan ekonomi di masa pandemi Covid-19. "Ada 300 ASN di Kecamatan Perbaungan ini, setiap bulan kegiatan ini dilakukan supaya ekonomi rakyat terus meningkat. Uang gaji ASN Sergai, biar belanja di sini, jangan dibelanjakan di luar kabupaten kita," ungkapnya. 




Dikatakan bupati, Kabupaten Sergai memang tidak mengalami inflasi, tetapi masuk dalam kategori dievaluasi. Salah satu faktor penyebabnya adalah, karena tidak adanya acara pesta, sehingga kebutuhan masyarakat untuk berbelanja dalam jumlah yang besar tidak ada. 

Hal ini sebagai salah satu dampak pandemi Covid-19, hingga pedagang kerap mengeluh pendapatan mereka bekurang. Bupati Darma Wijaya pun meminta pedagang untuk bersabar, karena kegiatan di luar dibatasi, demi menekan penyebaran Covid-19. 

"Sebenarnya secara ekonomi Kabupaten Sergai tidak terdampak karena di wilayah pertanian. Sejumlah komoditi seperti harga sawit mencapai Rp2000 per kilogram, karet hampir Rp10.000 per kilogram, ubi kayu Rp1.000 per kilogram, harga gabah padi Rp5.200 per kilogramnya. Hanya saja memang, di sisi pedagang yang untungnya berkurang," ujarnya. 

Kegiatan Gerebek Dahsyat sekaligus pemberian bantuan timbangan ke pedagang dari Kementerian Perdagangan RI ini, kata bupati, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pedagang. Pedagang pun diminta untuk merawat dan mentera ulang timbangan pada Pelayanan Tera ulang di pasar rakyat oleh unit Metrologi Legal Kabupaten Sergai,
Sementara itu, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, Posko PPKM untuk pasar didirikan karena kabupaten ini masuk dalam kategori level 3, sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Maka dari itu, seluruh Forkopimda meminta masyarakat dalam hal ini pedagang serta konsumen bisa mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

"Seluruh pasar diminta agar dilakukan penertiban untuk protokol kesehatannya. Supaya para pedagang dan pembeli bisa saling menjaga diri dari Covid-19," jelasnya. ***
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru