![]() |
| Ketua Umum Horas Bangso Batak ( HBB ) Lamsiang Sitompul,SH MH. |
Medan, metrokampung.com
21 January 2026. Ketua Umum Horas Bangso Batak ( HBB ) Lamsiang Sitompul,SH MH mengucapkan terima kasi dan memberi apresiasi setinggi - tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah mengambil keputusan tegas dengan mencabut izin PT Toba Pulp Lestari (TPL) bersama puluhan perusahaan lainnya.
Pencabutan izin 28 perusahaan tersebut diumumkan setelah dilakukan audit cepat oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pascabencana. PT Toba Pulp Lestari tercatat sebagai salah satu dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang izinnya dicabut karena terbukti melanggar ketentuan pemanfaatan kawasan hutan yang dinilai berkontribusi terhadap terjadinya banjir bandang dan longsor di Sumatra.
Melalui wawancara langsung Lamsiang Sitompul,SH MH menyampaikan dicabutnya izin PT Toba Pulp Lestari (TPL) merupakan moment penting untuk memulihkan kerusakan lingkungan. Dan juga tidak kalah penting memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah dalam keseriusannya untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan yang berdampak terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor. “ karena sebelumnya saya juga merupakan bagian dari perjuangan tutup TPL merasa pesimis terhadap keseriusan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kerusakan lingkungan “ ujarnya.
Pada kesempatan itu, Lamsiang juga berterimakasih kepada semua elemen yang turut berjuang untuk menyuarakan penutupan PT TPL dan perusahaan-perusahaan lingkungan lainnya.
“Terima kasih kepada Ephorus HKBP beserta para pimpinan gereja lainnya dari Katolik, HKI, GKPS, dan lain sebagainya. Juga komunitas masyarakat Muslim dari Tapanuli Selatan. Ada juga dari Sekretariat Bersama, Pastor Walden Sitanggang, Pdt Robinsa Siregar, Ibu Delima Silalahi, Jhon Tony Tarihoran dari AMAN, ada Rocky Pasaribu, ada dari KSPPM, ada Roganda Simanjuntak dari Badan Registrasi Wilayah Adat, ada juga Dimpos Manalu dosen. Dan tentu juga rekan-rekan juang dari Horas Bangso Batak dan semua elemen, baik dari gereja, lembaga, komunitas, aktivis, LSM, wartawan, dan semua pihak yang telah turut berjuang menutup PT TPL. Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada netizen di mana pun berada di Indonesia maupun di luar Indonesia, yang turut mendukung menyuarakan penutupan PT TPL,” paparnya.
Ia menyebut, bahwa penutupan PT TPL dan perusahaan lainnya, bukanlah langkah akhir dari perjuangan. “Menurut kami, ini adalah langkah awal untuk berjuang lagi untuk hal-hal yang akan datang,” katanya.
Terkhusus kepada Sekber dan Koalisi Masyarakat Sipil, Lamsiang juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya. “Dan ini membuktikan, bahwa apabila kita kompak, semua elemen bangsa dan masyarakat Indonesia berjuang untuk keadilan, maka suara kita itu akan menghasilkan sesuatu yang positif. Kita jangan pernah lelah. Kita jangan pernah menyerah. Kita harus ini kita berjuang bersama agar semua hal-hal yang menyangkut kehidupan masyarakat banyak, bisa dijalankan dengan,” ujar pengacara ini.
“Sekali lagi, ini bukan langkah terakhir. Ini langkah awal. Mari kita bergandeng tangan sesama masyarakat juga bersama dengan pemerintah, agar pelaksanaan pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.(rel/HBB/mk)
