Hotbin Simaremare Bongkar 'Borok' di Balik Tuduhan Erikson Sianipar, Sebut Dana Koperasi Mengalir ke Acara Yayasan!

Editor: metrokampung.com

TARUTUNG, metrokampung.com
Tabir gelap yang menyelimuti perselisihan antara pengurus Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Bersama Petani dan Erikson Sianipar akhirnya tersingkap dengan dentuman keras. Tak lagi sekadar adu argumen, Erni Hutauruk melakukan serangan balik mematikan yang mengguncang publik.

​Dalam sebuah konferensi pers yang sarat emosi namun terukur, Erni Hutauruk—didampingi "benteng" hukumnya, Hotbin Simaremare—memutuskan untuk berhenti diam. Ia tidak hanya membantah tuduhan penggelapan dana, tetapi justru melemparkan bom waktu: dugaan penyalahgunaan dana koperasi untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

​"Bukan Salah Transfer, Tapi Niat Menahan!"

​Dengan suara tegas, Erni mematahkan narasi "kesalahan teknis" yang selama ini dibangun pihak Erikson Sianipar. Ia mengungkap fakta mencengangkan tentang adanya 30 kali transaksi berulang ke rekening HKTI.

​"Dua atau tiga kali mungkin khilaf, tapi ini 30 kali transfer! Bagaimana mungkin itu disebut kecelakaan? Ini adalah dugaan kesengajaan yang sistematis," cetus Erni dengan nada getir. Ia menambahkan bahwa upaya mediasi melalui pesan singkat dan surat resmi pada 25 Maret 2026 hanya berakhir di ruang hampa tanpa jawaban.

​Rp281 Juta: Koperasi yang Menanggung "Pesta"?
​Puncak drama terjadi saat Erni membongkar catatan keuangan yang selama ini tersimpan rapat. Ia mengeklaim bahwa dirinya hanyalah pion yang diperintah untuk mencairkan dana koperasi demi kepentingan di luar kesejahteraan petani.

​Angka Rp281.038.000 menjadi sorotan utama. Dana sebesar itu diduga kuat mengalir atas perintah langsung Erikson Sianipar untuk mendanai kemegahan acara Bona Taon Yayasan Bisukma di Seminarium Sipoholon pada Januari lalu.

​"Saya dituduh menggelapkan dana, padahal sayalah yang diperintahkan mengeluarkan uang koperasi untuk acara yayasan mereka. Semua bukti pengeluaran ada di tangan kami. Biarlah publik melihat siapa yang sebenarnya bermain api," tantang Erni.

​Genderang Perang Hukum Ditabuh
​Suasana semakin mencekam saat kuasa hukum Erni, Hotbin Simaremare, memberikan pernyataan penutup yang mengisyaratkan bahwa kasus ini akan menjadi "perang terbuka" di meja hijau.

​"Kami tidak akan mundur selangkah pun. Jika mereka ingin bermain hukum, kami akan berikan kebenaran yang telanjang! Kebenaran tidak bisa ditukar dengan opini," tegas Hotbin.

​Kasus ini kini bukan lagi sekadar sengketa internal koperasi, melainkan telah menjelma menjadi skandal besar yang mempertaruhkan reputasi tokoh-tokoh penting di Tapanuli Utara. Publik kini menunggu: apakah ini akhir dari karir seseorang, atau justru awal dari terbongkarnya konspirasi yang lebih besar?


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini