![]() |
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat meninjau kondisi infrastruktur dan lokasi TPU Marelan pada Jumat (29/5/2026).(ft/kominfomdn) |
Medan, Metrokampung.com
Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan komitmennya untuk segera membenahi akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Langkah ini diambil agar fasilitas pemakaman tersebut bisa secepatnya difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat meninjau kondisi infrastruktur dan lokasi TPU Marelan pada Jumat (29/5/2026).
Dalam peninjauan itu, Rico mendapati akses jalan menuju makam masih berupa tanah di pinggir Sungai Bederah, sehingga mustahil dilalui kendaraan roda empat, termasuk mobil ambulans.
"Hari ini saya kembali ke Marelan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kurangnya TPU. Setelah dilihat langsung, kendalanya ada pada akses jalan yang rusak sehingga ambulans pun sulit masuk," ujar Rico Waas di lokasi.
Lahan Pemakaman di Marelan Sudah Kritis
Didampingi sejumlah pejabat teras seperti Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, dan Camat Medan Marelan Zulkifli S. Pulungan, Rico rela berjalan kaki menyusuri jalan tanah demi melihat langsung potensi lahan TPU seluas 1,8 hektare tersebut.
Menurut Rico, pengaktifan TPU Marelan sudah masuk dalam kategori mendesak. Pasalnya, kapasitas lahan pemakaman yang ada di kawasan Medan Marelan saat ini sudah hampir habis dan overkapasitas.
"Lahan pemakaman di Marelan saat ini sudah sangat sempit, bahkan ada yang (jenazahnya) bertumpuk. Kondisi ini sudah mendesak," ungkapnya.
Oleh karena itu, ia memastikan jajaran Pemko Medan akan bergerak cepat melakukan perbaikan fisik di lapangan. "Komitmen Pemko Medan, kita benahi jalannya agar TPU ini bisa segera dimanfaatkan," tegas Rico.
Gandeng BWS untuk Percepat Pengaspalan
Meski demikian, perbaikan jalan ini memerlukan koordinasi lintas instansi. Rico menyebutkan bahwa jalur logistik menuju TPU tersebut statusnya merupakan jalan inspeksi yang berada di sisi aliran sungai, sehingga berada di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS).
Merespons hal itu, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan komunikasi intensif dengan pihak BWS. Tujuannya agar proyek pengaspalan ("hotmix") yang sudah berjalan sebelumnya bisa langsung disambung hingga ke titik lokasi TPU.
Sebagai langkah darurat, Dinas SDABMBK akan melakukan pengerasan jalan terlebih dahulu dalam waktu dekat.
"Target awalnya, akses jalan dipadatkan dan dicor agar ambulans maupun kendaraan roda empat bisa segera masuk," jelas Khairul Azmi.
Khairul menambahkan, Pemko Medan tidak akan mengulur waktu dan segera mengirimkan permohonan resmi kepada pihak balai awal pekan depan. "Hari Senin kita surati BWS," pungkasnya.(Ra/mk)
