Langkat, Metrokampung.com
Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti (Tio) melaksanakan shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapangan Alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat, Rabu pagi (27/5/2026). Kegiatan itu berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan mengusung tema “Pererat Kebersamaan dan Semangat Berbagi Melalui Ibadah Qurban.”
Dalam kegiatan itu, Tio hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP. Sejak pagi hari, ribuan jamaah telah memadati lapangan untuk shalat, sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kepedulian sosial melalui ibadah qurban.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat H. Ajai Ismail, SE, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si, Dandim 0203/LKT yang diwakili Pabung Mayor Inf Hasanuddin Batubara, unsur Forkopimda Langkat, Asisten Ekbang Drs. H. Hermasyah, M.IP, Kakan Kemenag Langkat, Kakan Kemenhaj dan Umroh, para kepala perangkat daerah Pemkab Langkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda. Bertindak sebagai imam Salat Iduladha yakni Ustadz Agus Pranata, S.Pd, sementara khutbah disampaikan oleh H. Syarizal, S.Sos, M.Si dengan tema “Keikhlasan Yang Menggetarkan Langit.” Dalam khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT, sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama melalui ibadah qurban.
Pada kesempatan tersebut, Sekdakab Langkat H. Amril membacakan sambutan tertulis Bupati Langkat H. Syah Afandin. Dalam sambutannya, Bupati Langkat mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Bupati juga mengingatkan bahwa jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia, termasuk 398 jamaah haji asal Kabupaten Langkat, tengah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina sebagai bagian dari napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS. (BD)
