Tragis di Batang Toru: Jerit Tangis Keluarga Sambut Kepulangan ABS Setelah Empat Hari Terbawa Arus

Editor: metrokampung.com

​TARUTUNG, metrokampung.com
Selesai sudah pencarian panjang yang menguras energi dan air mata di sepanjang aliran Sungai Aek Batang Toru. Kamis (28/5/2026) pagi, sekitar pukul 10.30 WIB, keheningan di wilayah Sihambing Simasom, Kecamatan Pahae Julu, pecah ketika Tim SAR gabungan akhirnya menemukan tubuh ABS (52). Pria paruh baya yang sempat hilang ditelan derasnya arus sungai itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

​Duka mendalam langsung menyelimuti keluarga korban yang merupakan warga Lumban Toruan, Dusun III Barbaran, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara.

Sebatang Rokok, Secangkir Kopi, dan Petaka di Batu Hopit
​Empat hari sebelum ditemukan, semuanya berjalan seperti biasa. Korban bersama rekannya melangkah riang menembus jalan setapak selama satu jam demi menyalurkan hobi memancing mereka di kawasan Batu Hopit.

​Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, mereka sempat berteduh di sebuah gubuk kayu di pinggir sungai. Tawa kecil dan obrolan hangat mengalir ditemani secangkir kopi hangat yang mengepul di tengah sejuknya udara bantaran sungai. Tidak ada yang tahu, itu adalah momen kebersamaan terakhir mereka.

​Sekitar pukul 11.00 WIB, joran mulai dilempar. Korban mengambil posisi memancing yang berjarak sekitar 15 meter dari rekannya, Luhut Pasaribu.

​Petaka datang dua jam kemudian. Saat Luhut menoleh, tempat korban berdiri sudah kosong melompong. Merasa ada yang tidak beres, ia panik dan mencari ke sekeliling. Jantungnya berdegup kencang saat matanya menangkap siluet kepala korban yang sedang terombang-ambing di tengah amukan arus Batang Toru yang dikenal ganas.

​Luhut sempat mencoba menolong, namun alam terlalu kuat. Arus yang deras dan kedalaman sungai yang mematikan membuat usahanya sia-sia. Dengan perasaan kalut, ia berlari mencari pertolongan warga.

Empat Hari Menantang Arus
​Sejak hari naas itu, operasi kemanusiaan besar-besaran digelar. Personel kepolisian, TNI, Tim SAR, pemerintah setempat, hingga masyarakat dan keluarga bahu-mewah menyisir setiap jengkal pusaran air. Empat hari penuh ketidakpastian itu akhirnya terjawab di hari Kamis, ketika tubuh kaku ABS berhasil dievakuasi dari sungai.

​"Kami berencana hari ini juga langsung memakamkan korban setelah dibawa pulang dari rumah sakit," ujar B. Sihombing, perwakilan keluarga dengan suara yang bergetar menahan kesedihan.

Isak Tangis Pecah di RSUD Tarutung
​Langkah-langkah berat mengiringi kedatangan jenazah saat tiba di RSUD Tarutung. Ketika pintu ruang jenazah dibuka, tangis histeris keluarga langsung pecah. Jeritan duka dari istri dan anak-anak korban menggema, meratapi kepergian tragis sang kepala keluarga yang pergi memancing namun pulang tanpa nyawa.

​Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walfon Barimbing, mengonfirmasi bahwa jasad korban kini telah dibersihkan oleh tim medis sebelum diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

​Di tengah duka yang menganga, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh tim gabungan dan warga yang tanpa kenal lelah, siang dan malam, bertaruh menerjang arus sungai demi membawa pulang ABS. Kini, sang pemancing telah pulang, bukan membawa ikan, melainkan kedamaian abadi di tempat peristirahatan terakhirnya. 


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini