![]() |
Siswa, guru, dan para staf sekolah berkumpul dengan satu semangat yang sama merayakan Hari Lahir Pancasila.(ft/wardiksu) |
Deliserdang, Metrokampung.com
Lapangan SMA Negeri 1 Namorambe di Desa Sarang Tungir, Deli Serdang, mendadak riuh pada Senin (1/6/2026) pagi. Di bawah terik matahari awal Juni, ratusan siswa, guru, dan para staf sekolah berkumpul dengan satu semangat yang sama merayakan Hari Lahir Pancasila.
Namun, peringatan tahun ini terasa berbeda. Tak sekadar berdiri tegap mendengarkan pidato, SMAN 1 Namorambe punya cara sendiri untuk membumikan nilai-nilai ideologi bangsa lewat harmoni dan kreativitas.
Sentuhan Disiplin dari Koramil
Upacara bendera dimulai dengan khidmat. Di tengah lapangan, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Peltu Nasmun Telambenua dari Koramil 0201-14/Pancur Batu. Kehadiran personel TNI ini membawa atmosfer kedisiplinan yang kental bagi seluruh peserta upacara.
Bagi para siswa, momen ini bukan sekadar rutinitas tanggal merah yang dipindahkan ke sekolah. Ada pesan mendalam tentang bagaimana Pancasila harus dijaga, salah satunya lewat ketertiban dan rasa cinta tanah air yang nyata.
"Peringatan ini mengingatkan kita untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Edelfrantus F. Hasugian, Ketua OSIS SMAN 1 Namorambe.
Sebagai seorang anggota Paskibraka Kecamatan Namorambe, Edelfrantus merasakan betul aura yang berbeda pada perayaan tahun ini. Menurutnya, atmosfer sekolah jauh lebih hidup dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Nada Nasionalisme dan Alunan Pop Daerah
Setelah sesi upacara yang formal dan penuh khidmat usai, ketegangan barisan langsung mencair. Lapangan sekolah berubah fungsi menjadi panggung unjuk bakat. Pihak sekolah sengaja menggelar lomba menyanyi solo untuk menyemarakkan hari bersejarah ini.
Aturannya unik, setiap peserta yang naik ke atas panggung wajib membawakan dua genre lagu yang kontras, satu lagu nasional yang membakar semangat, dan satu lagi lagu pop daerah yang mendayu penuh kebanggaan lokal.
Perpaduan ini menciptakan nuansa yang kaya. Di satu momen, para siswa diajak meresapi perjuangan para pahlawan lewat lirik lagu wajib, lalu di momen berikutnya mereka bergoyang dan bertepuk tangan menikmati kekayaan budaya Nusantara lewat nada daerah.
Ruang Ekspresi Generasi Muda
Inisiatif menggelar lomba ini bukan tanpa alasan. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 1 Namorambe, Jenni A.V. BR. Limbeng, mengungkapkan bahwa sekolah ingin memberikan wadah segar agar nilai Pancasila tidak terasa kaku bagi generasi muda.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat mereka sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap lagu-lagu nasional dan budaya daerah," tutur Jenni.
Pancasila di SMAN 1 Namorambe hari itu tidak hanya dibaca dalam teks pemuda, tetapi dirayakan dengan suara, disiplin, dan tepuk tangan meriah. Sebuah bukti bahwa merawat Indonesia bisa dilakukan dengan cara yang asyik dan penuh kreativitas.(Ra/mk)
