Disbudpar Langkat Gelar Workshop Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kuliner

Editor: metrokampung.com
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat, Hj. Nur Elly Hariani Rambe,MM.

Langkat, Metrokampung.com
Setelah menggelar Workshop Keselamatan dan Keamanan di Destinasi Wisata Langkat, di Sumatera Eksplor, Pangkal Namu Sira- Sira, Kamis (18/6/2026) dan di Pamah View, Telaga, Jumat (19/6/2026), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat menggelar Workshop Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kuliner di Green Lodge, Tangkahan, Jumat (26/6/2026). 

Kegiatan itu diikuti oleh 40 orang koki (juru masak) dari hotel, penginapan, restoran, caffe dan warung yang ada di objek wisata Tangkahan serta warga masyarakat dari Desa Namo Sialang dan Sei Serdang yang tepat berada di objek wisata Tangkahan.

Tampil sebagai narasumber, Sri Wahyuni, SKM, Sekdis Kesehatan Kabupaten Langkat dan Chef Rifqy Tjim dari ICA (Indonesian Chef Asosiation) Sumut. Banyak pengetahuan baru dan ilmu yang didapat dan bisa diterapkan dari kegiatan itu, antara lain bukan saja  masakan atau kuliner yang lebih enak, tapi juga lebih beragam dan lebih menarik.
       
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat, Hj. Nur Elly Hariani Rambe, MM dalam sambutannya mengatakan, pengembangan desa wisata berbasis kuliner harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bersama antara lain adalah :
(1). menjaga keaslian cinta rasa dan kualitas produk kuliner lokal sebagai identitas desa wisata.
(2). Meningkatkan setandar kebersihan, kesehatan, keamanan pangan dan pelayanan kepada para wisatawan.
(3). Memperkuat inovasi dan kreativitas dalam pengemasan produk tanpa menghilangkan nilai- nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya.
(4). Memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 




"Selain itu, membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, para pelaku usaha, akademisi, komunitas dan media untuk menciptakan ekosistim pariwisata yang kuat dan berkelanjutan," ujarnya.
      
Lebih lanjut dia pun menegaskan, ekowisata Tangkahan dengan berbagai saya tariknya, menjadi salah satu tujuan wisata yang semakin diminati oleh para wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan tentu menjadi kabar yang baik bagi perkembangan ekonomi masyarakat.




Selanjutnya, diapun menambahkan,  pariwisata saat ini tidak hanya menjual keindahan alam atau atraksi budaya semata, tapi wiisatawan masa kini juga mencari pengalaman yang autentik, termasuk pengalaman menikmati makanan khas atau kuliner yang mencerminkan identitas dan kearifan lokal suatu daerah.

"Oleh karena itu, kuliner juga menjadi salah satu daya tarik utama dalam industri pariwisata,"ujarnya.




"Nah, Kabupaten Langkat memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Beragam makanan tradisional dari suku/ etnis Melayu, Jawa, Karo dan berbagai suku/ etnis lainnya yang hidup berdampingan di negeri Langkat pun merupakan asset budaya yang sangat berharga. Karena itu, pelatihan atau workshop seperti ini memang perlu dilakukan," tambahnya.  (BD)


Share:
Komentar


Berita Terkini