Kejari Dairi Diminta Periksa Kadis Pertanian Pakpak Bharat, Rekomendasi Penerbitan Barcode BBM X Star Potensi Rugikan Keuangan Negara

Editor: metrokampung.com

Pakpak Bharat, metrokampung.com
Rekomendasi lenerbitan Barcode X Star BBM subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat diduga berpotensi merugikan dan kebocoran keuangan negara.

Warga Pakpak Bharat yang tidak ingin dituliskan namanya membeberkan bahwa penerbitan Barcode X Star BBM Subsidi diketahuinya telah berlangsung lama sejak Tahun 2025 dan hampir seluruhnya menggunakan data palsu, menurutnya Bukan tidak mungkin seorang Kepala Dinas tidak mengetahui berapa jumlah Alsintan yang beroperasi serta berapa unit yang telah disalurkan melalui kelompok, namun fakta dilapangan foto Alsintan menjadi modus operandi yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk meminta penerbitan Barcode Xstar BBM ke dinas terkait.

"Untuk itu kami meminta kejaksaan negeri sidikalang, untuk memanggil dan memeriksa Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat atas penerbitan surat Barcode X Star yang ditandatanganinya,kalau soal bbm Subsidi kan pastinya menyangkut keuangan negara tentu berpotensi korupsi apalagi menggunakan data palsu," ujarnya dengan nada polos. 

Sementara Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat Sahat P Boangmanalu saat dikonfirmasi metrokampung.com melalui pesan whatsup (08/06/2026) tentang kapan berakhir barcode xstar dan apakah masih dilakukan perpanjangan semenjak diketahui ada yang menggunakan data palsu, Sahat P Boangmanalu tidak menjawab dengan narasi melainkan dengan stiker, namun kebijakan yang dilakukan oleh Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian tersebut tentunya harus diselidiki  alat penegak hukum sebab menyangkut kepada keuangan negara tentang subsidi.

Sebelumnya diberitakan Kadis Pertanian Pakpak Bharat enggan berikan informasi, rekomedasi Barcode X Star BBM dipertanyakan!

Pakpak bharat.metrokampung.com
Alih alih digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat,barcode x star dikabupaten pakpak bharat diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab guna memperkaya seseorang maupun kelompoknya.

Informasi ini diketahui dan beredar ditengah tengah masyarakat pakpak bharat,semenjak  mobil angkutan jenis truk barang berwarna biru ber plat BL  bebas beroperasi tanpa hambatan dengan bermuatan tandon fiber berisi bbm subsidi tanpa menghiraukan resiko yang kapan saja dapat berakibat fatal.

Sesuai ketentuan Surat rekomendasi yang memiliki barcode ini  tentunya wajib ditunjukkan atau dipindai saat masyarakat membeli BBM subsidi di SPBU atau SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan).

Kabupaten Pakpak Bharat, dengan kuota nasional jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) sesuai dengan surat BPH migas dengan nomor T-194/MG.05/BPH/2026 tertanggal 19 februari 2026 menyatakan bahwa kuota JBT minyak solar sebanyak 946 KL dan JBKP pertalite sebanyak 2842 KL.

Penjelasan secara resmi dari kabag perekonomian Kabupaten Pakpak Bharat maston manik melalui pesan whatsup kepada media terkait per KL, Bahwa 1 KL itu adalah 1000 liter, artinya pakpak bharat memiliki kuota JBT solar sebanyak 946.000 Liter/ tahun dan JBKP pertalite  sebanyak  2.842.000 liter/ tahun.

"IMO kuota untuk Pakpak Bharat lih, 946 KL"
"1 KL = 1000 L"  jelasnya
Menyikapi Rekomendasi Penerbitan Barcode X star, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat Sahat P Boangmanalu saat dikonfirmasi, hingga hari ini masih enggan memberikan informasi kepada media terkait prosedur hingga berapa jumlah barcode x star yang telah ditanda tangani olehnya sesuai dengan verifikasi, informasi tersebut tentunya sangat dibutuhkan agar fakta kebutuhan masyarakat( petani) dan jumlah kuota dapat disinkronkan sehingga masyarakat tidak termakan isu langka dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, media juga terus menelusuri terkait beredar isu adanya dugaan titipan rekomendasi penerbitan Barcode X Star, mengatasnamakan alsintan (alat sistem pertanian) namun fakta dilapangan pemilik barcode tersebut tidak memiliki alsintan artinya patut dicurigai ada dugaan manipulasi data dan patut dipertanyakan untuk apa minyak BBM Subsdi yang dibelinya dengan menggunakan barcode x star.(vikram/mk) 
Share:
Komentar


Berita Terkini