GORONTALO, metrokampung.com
Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 resmi bergulir di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Perhelatan akbar berskala nasional yang berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 ini menjadi panggung besar bagi lebih dari 7.000 insan agraris dan perikanan dari seluruh penjuru Nusantara untuk saling berbagi inovasi, teknologi, dan kolaborasi.
Tak ingin melewatkan momentum emas ini, Bupati Tapanuli Utara, DR. Jonius Taripar Hutabarat, S.Si., M.Si., turut ambil bagian dengan mengirimkan delegasi terbaiknya. Berada di bawah komando Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Utara, Viktor Freddy Siagian, kontingen ini membawa misi besar: membawa pulang ilmu dan inovasi demi kemajuan pertanian di tanah kelahiran.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kabid Perkebunan, Sudarsono Manalu, ini berkekuatan 12 peserta pilihan. Mereka merupakan representasi dari berbagai elemen strategis, mulai dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani lokal, pemuda visioner yang tergabung dalam Petani Milenial, hingga jajaran birokrat Dinas Pertanian.
Perjalanan menuju Gorontalo bukanlah perkara mudah. Mengingat jarak geografis yang membentang dari Sumatra Utara ke Sulawesi, tim harus menempuh perjalanan estafet yang menguras fisik. Rombongan memulai perjalanannya dari Tapanuli Utara menggunakan bus menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Sabtu (20/06/2026).
Dari Kualanamu, penerbangan pertama dilakukan menggunakan maskapai Lion Air menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, untuk transit. Perjalanan udara kemudian dilanjutkan menggunakan maskapai Batik Air, membelah langit malam menuju Pulau Sulawesi.
Tiba di Gorontalo: Kesehatan Peserta Jadi Prioritas
Setelah menempuh perjalanan udara lintas pulau, rombongan akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Jalaluddin Gorontalo pada Minggu (21/06/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo selaku tuan rumah menunjukkan kesiapan matang dengan menyambut para peserta menggunakan armada bus khusus. Sebanyak 19 bus dan 1.000 bentor (becak motor) telah disiagakan untuk memfasilitasi mobilitas ribuan peserta selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di bandara, kontingen Tapanuli Utara tidak langsung menuju tempat peristirahatan. Mengutamakan keselamatan dan kesiapan fisik, rombongan langsung diantar ke Pos Kesehatan PENAS Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up). Setelah dipastikan dalam kondisi prima, rombongan menyempatkan diri singgah di Sekretariat Provinsi Sumatra Utara untuk berkoordinasi, sebelum akhirnya bergeser ke penginapan guna memulihkan stamina.
Acara puncak PENAS XVII 2026 ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut dipastikan menambah bobot prestise serta membakar semangat para petani dan nelayan yang hadir.
"Perjalanan ini memang melelahkan, namun semangat kami untuk menyerap inovasi dan membawa nama baik Tapanuli Utara jauh lebih besar. Setelah beristirahat hari ini, seluruh kontingen siap mengikuti rangkaian acara secara optimal," ujar Sudarsono Manalu selaku pimpinan rombongan.
Selama lima hari ke depan, delegasi Tapanuli Utara diharapkan mampu menyerap berbagai teknologi pertanian terbaru, membangun jejaring nasional, dan membawa pulang formula terbaik guna mendongkrak sektor pertanian di Bumi Tapanuli Utara.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
