Massa Mendatangi Mapolres Tanjungbalai Desak Aparat Agar Menyita Ballpres

Editor: metrokampung.com
Massa mendesak Mapolres Tanjungbalai mendesak agar aparat penegak (APH) hukum menyita balpres pakaian bekas, Selasa (22/9/2026), (foto Mk/dok)

Tanjungbalai, metrokampung.com
Ratusan massa mendatangai Mapolres Tanjungbalai mendesak agar aparat penegak (APH) hukum menyita balpres pakaian bekas diduga selundupan milik 'NNG' yang disebut-sebut oknum APH, Selasa (22/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Aksi masa dipicu aktivitas bongkar muat ratusan balpres di areal pasar TPO yang selama ini diketahui sebagai tempat jual-beli pakaian bekas eks luar negeri, yang terjadi sejak siang hingga menjelang magrib.

Berdasarkan informasi lapangan, disebutkan di sebuah gudang milik oknum 'AU' di Jalan Cermai atau Pasar 8, Kelurahan Sijambi Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai, Selasa pagi ada aktivitas bongkar ratusan balpres dari  sebuah truk boks (kontainer) dan disimpan digudang tersebut.

Kemudian, atas perintah seseorang di duga pemilik barang (balpres) yang berada dilokasi, siang sekitar pukul  puluhan orang pekerja memuat balpres tersebut ke mobil pick up dan dibawa ke Pasar TPO.

"Tadi pagi aku sempat melihat truk masuk gudang dan bongkar balpres. Agak siang puluhan pekerja memuat ratusan balpres ke mobil Pilkada up. Pas mau ku foto, salah seorang pekerja melarang ku pak," kata sumber dilapangan.

Sumber lain menyebutkan, menjelang Magrib di pasar TPO juga sempat terjadi ketegangan antar sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai pedagang dan pemilik barang (balpres) yang diangkut mobil pick up.

"Tadi pas mau bongkar, sempat ada keributan antara pihak pengelola TPO dan oknum yang mengaku pemilik barang," sebut seorang warga.

Sementara itu, pantauan dilapangan sekitar pukul 21.30 WIB, ratusan masa mendatangi Mapolres Tanjungbalai dan mendesak aparat Kepolisian mengamankan balpres diduga selundupan yang disebut-sebut disimpan di Gudang milik oknum "AU" di Pasar 8 Kelurahan Sijambi, Datuk Bandar.

Atas desakan masa, puluhan personil Polisi bersama masa bergerak menuju gudang 'AU' untuk melakukan penggerebekan. Namun saat petugas dan masa melakukan penyisiran, balpres yang sebelumnya sempat disimpan digudang tersebut tidak satupun ditemukan.

"Kita menduga, oknum penyelundup balpres telah menggeser balpres ke tempat lain. Kita akan tetap kawal masalah ini. Jangan lagi ada penyelundupan balpres ke Tanjungbalai, selain merugikan negara, penyelundupan pakaian eks luar negeri selalu penjadi pemicu keributan antar kelompok-kelompok tertentu," kata perwakilan masa menggunakan toa.

Pantauan dilapangan, puluhan personil Polres Tanjungbalai tampak mengamankan TKP, dan usai melakukan penyisiran lokasi, atas kesadaran masing-masing akhirnya masa membubarkan diri.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri melalui Kasi Humas, IPDA Ruslan membenarkan ada masa datang ke polres Tanjungbalai memberi informasi diduga adanya balpress dalam sebuah gudang.

Selanjutnya Polres Tanjungbalai quick respon untuk mendampingi warga masyarakat ke lokasi yang dimaksud, dipimpin oleh Waka Polres didampingi Kabagops juga personil lainnya beserta beberapa warga dan Kepala Lingkungan setempat.

"Setelah dilakukan pemeriksaan areal gudang dimaksud, tidak ditemukan adanya balpres," kata Ruslan.

Ruslan menambahkan, Polri hadir guna quick respon terhadap informasi yang diberikan warga masyarakat serta mengantisipasi terjadinya main hakim sendiri.(ES/Mk) 
Share:
Komentar


Berita Terkini