Rantauprapat, metrokampung.com
Sebanyak 84 kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Labuhanbatu dikabarkan akan segera dicopot dari jabatannya. Rencana pemberhentian massal ini memicu polemik di kalangan tenaga pendidik karena berdampak langsung pada tertahannya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan membenarkan adanya proses pencopotan terhadap puluhan kepala sekolah tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (5/11/2026).
"Sedang proses pemberhentian, Bang," ujar Abdi melalui pesan singkat WhatsApp.
Meski membenarkan bahwa 84 kepala sekolah akan diberhentikan, Abdi belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan maupun dasar evaluasi di balik kebijakan tersebut.
Di sisi lain, proses transisi jabatan yang berlarut-larut ini membuat operasional sekolah terganggu.
Berdasarkan laporan perkembangan pendidikan setempat per akhir Oktober 2026, tercatat sebanyak 96 hingga 98 Surat Keputusan (SK) kepala sekolah telah habis masa berlakunya dan belum mendapat perpanjangan definitif maupun penunjukan Pelaksana Tugas (Plt).
Akibat kekosongan SK yang masih aktif, pihak bank penyalur menolak memproses otorisasi penarikan dana BOS. Kondisi ini membuat pencairan dana operasional di banyak SD Negeri tertahan hingga tiga bulan terakhir.
Sejumlah sekolah pun dilaporkan kesulitan membiayai kebutuhan alat tulis kantor (ATK), kegiatan belajar mengajar (KBM) harian, hingga pembayaran honor guru.
Salah seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengaku terpaksa menalangi biaya operasional sekolah menggunakan dana pribadi.
Ia mengeluhkan lambatnya penerbitan SK baru sejak pergantian kepemimpinan di daerah setempat.
"Akibat dana BOS tidak bisa dicairkan, kami sudah rugi karena mendahulukan pembayaran untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sejak pergantian kepemimpinan daerah, pengurusan SK kami tidak pernah beres. Sehingga pencairan dana BOS ikut terhambat, tapi tak perlu dibuka semua itu, awak ikutinya aturan mainya," keluhnya sembari melengos seperti banyak rahasia yang ingin ia sampaikan kepada Wartawan.(Oen)
