Rantauprapat, metrokampung.com
Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita prioritaskan pembangunan Jalan SM Raja Rantauprapat demi kelancaran jalan bagi masyarakat yang selama ini selalu mengalami antri dan macat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melaksanakan proyek pelebaran Jalan SM Raja, yang membentang dari Simpang Mangga hingga Titi Aek Tapa. Langkah ini merupakan solusi utama yang tengah gencar dikebut untuk mengurai titik kemacetan kronis yang telah terjadi selama bertahun-tahun di kawasan tersebut.
Proyek ini dilakukan guna mengimbangi laju pertumbuhan volume kendaraan yang kini tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia. Jalan SM Raja sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu titik sarang kemacetan terpadat di wilayah tersebut.
Dilokasi pada Kamis (10/9/2026), terlihat sejumlah alat berat sedang aktif melakukan pengerukan tanah untuk pelebaran badan jalan. Banyak warga yang melintas pun tampak berhenti sejenak untuk mengabadikan momen pengerjaan tersebut.
Weni, salah seorang warga setempat, menyampaikan kegembiraannya ,“ Saya sangat senang dengan pelebaran jalan ini. Selama ini setiap mau pulang makan siang selalu susah lewat sini. Sudah bertahun-tahun kami menunggu pekerjaan seperti ini.
” Capek antri dan macet setiap hari. Sekarang saya ambil foto dulu untuk diposting di Facebook. Terima kasih kepada Pemkab Labuhanbatu, khususnya Ibu Bupati Maya,” ujarnya dengan antusias.
Sementara itu, tokoh Pemuda Labuhanbatu Jansen Nainggolan, yang turut memantau pengerjaan, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya ,“ Pemerintah Labuhanbatu sudah membuktikan komitmennya untuk menata kota menjadi lebih baik lagi. Pelaksanaan pelebaran jalan ini sudah sangat positif.
Namun, kami berharap pihak terkait segera mencabut sementara tiang telepon, tiang WiFi, maupun tiang pemerintah sendiri yang berada di batas badan jalan agar pengerjaan tidak terhambat.”
Ia juga mendesakan agar instansi terkait turut membantu kelancaran proyek ini ,“ Kami berharap Satpol PP dan Dinas Perhubungan turut memantau, termasuk tiang lampu yang masuk ke badan jalan.
” Semua pihak harus saling mengerti dan tanggap terhadap pembangunan ini. Moto Bupati ‘Menata Kota, Membangun Desa’ sudah mulai terwujud, dan kami sangat mendukung langkah ini,” tegasnya.
Perlu dipahami bahwa meskipun dalam jangka panjang proyek ini akan membuat arus lalu lintas menjadi jauh lebih lancar, proses pengerjaan fisik di lapangan saat ini kerap memicu penyempitan jalan (bottleneck) yang menyebabkan kemacetan sementara selama masa konstruksi. Warga diimbau untuk bersabar dan mencari jalur alternatif jika memungkinkan.(BH)
