![]() |
| Siti Nurhasanah Sipahutar yang masih duduk di kelas III SD semasa hidupnya |
LABURA - metrokampung.com
Kuburan Siti Nurhasanah Sipahutar (10) pelajar SD yang duduk di kelas III dibongkar untuk kepentingan penyidikan dengan cara otopsi karena dicurigai dibunuh, Senin (27/11).
Sebanyak 5 orang Tim Forensik dari RSUD Dr Djasamen Saragih Siantar diturunkan untuk melakukan otopsi kepada jenajah Siti Nurhasanah Sipahutar yang ditemukan meninggal dunia di perkebunan sawit milik warga dengan kondisi mengenaskan, kepala berpisah dari badannya sedangkan kedua tangannya belum ditemukan.
Proses pembongkaran kuburan Siti berlangsung sekitar 2 jam dimulai dengan doa sekitar pukul 10 wib itu dan berlansung tertib di Dusun Andorsoit Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Labura.
Kapolsek Aek Natas AKP Rusbeny SH dan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Teuku Fathir mengatakan, kami berterima kasih kepada masyarakat yang menjaga ketertiban prosesi penggalin kubur sedangkan hasil otopsi ini diketahui setelah dilakukan Lef di Siantar RS Djasamen Saragih. "Tujuannya ingin mengetahui penyebab kematian Siti, otopsi ini bagian dari penyidikan. Dan dari TKP diambil tanah dan bukti -bukti lain dan masih dalan pengumpulan," kata Rusbeny dan Fathir.
Ketua Tim Forensik dr Renhad Hutahayan mengatakan, sudah selesai penggalian kubur sedangkan hasilnya akan disampai secepatnya.
Usai mengambil sampel dan pengumpulan bukti dan sampelnya dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Siantar. Jenajah Siti kembali dikebumikan oleh tim frensik. Sementara petugas kepolisian melakukan penyelidikan dilokasi ditemukannya Siti di perkebunan sawit sekitar 800 meter di belakang rumah orang tua korban.
Sementara itu orang tua Siti, Dullah Sipahutar dan Rohima br Tanjung berharap dengan diotopsi almarhumah anaknya dapat diketahui penyebab kematian Siti dan berharap agar kasus ini dapat terungkap serta terima kasih kepada kepolisian dan kerabat.
![]() |
| Kapolsek Aek Natas AKP Rusbeny SH sedang menyampaikan arahan kepada keluarga korban dan masyarakat. |
Ditempat terpisah kepala sekolah SDN Sibito, Hj Syamsinar SP bersama wali kelas III A, Yunisafitri SS tempat Siti bersekolah mengatakan, semasa hidup Siti anak kelas III A, agak sering menyendiri dan pendiam namun orang nya pintar dan pandai bergaul. "Kami pihak sekolah merasa kehilangan sosok seperti Siti, orangnya tidak melawan dan penurut. Semoga arwah tenang dialam sana,"ujar Yunisafitri.
Senada dikatakan kerabatnya, Asniah (50) berharap agar penyebab kematian ini dapat terungkap. Selama ini kami was -was dan takut kepada anak -anak kami jadi kami lebih memperketat pengawasan terhadap anak anak kami jam 8 malam anak anak kami suruh jangan lagi keluar rumah sedang siang hari tidak kami perbolehkan bermain jauh-jauh.
Untuk memastikan penyebab kematian Siti, Orang tua dan warga dusun I Andorsoit Desa Sibito, Kecamatan Aaek Natas didampingi Lukman selaku kepala dusun dan anggota DPRD Labura Hasan Basri Pasaribu mendatangi Mapolsek Aek Natas untuk memohon agar jasad Siti diotopsi.
Sebelumnya Siti alias Nur anak ke 6 dari 7 bersaudara ditemukan tidak bernyawa di kebun sawit di daerah Sibito dibelakang rumahnya oleh warga yang hendak memanen kelapa sawit, Jumat (17/11) yang lalu.
Setelah dikabarkan hilang pencarian terus dilakukan hingga 8 hari. Akhirnya ditemukan tidak bernyawa dan menggenaskan, kepala berpisah dari badannya yang sudah menjadi tengkorak, rambut dan kedua tangannya tidak di temukan dilokasi penemuan mayat Siti Nurhasanah.
Kepala Dusun Andorsoit, Lukman dan Anggota DPRD Labura Hasan Basri Pasaribu menyatakan ingin mengetahui penyebab kematian Siti, jadi warga merasa prihatin dan bersedia membantu keluarga korban agar jasad Siti diotopsi, walau sudah dikebumikan, keluarga korban bersedia kuburannya di bongkar.
Kapolsek Aek Natas, AKP Rusbeny SH mengatakan, biaya otopsi tidak dibebankan kepada keluarga korban, biaya otopsi ditanggung kepolisian dan pihak kepolisian akan serius menangani kasus ini.(st/simon)


