![]() |
DELI TUA - METROKAMPUNG.COM
Namanya pasar pasti ramai, sibuk dan riuh. Tapi ini pasar di alam gaib. Pun tampak ramai dan sibuk seperti lazimnya pasar manusia, tidak satu pun sosok-sosok di situ terdengar bicara.
Semuanya membisu. Sepi mencekam. Wajah orang-orangnya bahkan nampak sangar. Menunduk tak memperlihatkan wajah. Membawa sesajen dari banyak wanita malam yang dibantunya, spiritualis Abah Rahman rutin menyambangi pasar dedemit itu. Di mana?
Pasar dihuni roh-roh bisu itu berada di kawasan Sungai Deli alur Pancur Gading, Delitua Lama, Deliserdang. Ini masih kawasan situs Kerajaan Aru Baru yang melahirkan mitologi Putri Hijau.
"Tapi seiring maraknya pembangunan perumahan di kawasan ini, pasar demit ini sekarang semakin terdesak jadi ke arah alur sungai ini," kata Abah Rahman, ditemui di lokasi yang diyakini
menjadi pasar lelembut itu, Selasa (13/03/2018) jelang Maghrib. Kepercayaan soal pasar gaib itu juga diyakini banyak sesepuh penduduk Pancur Gading, Pamah dan Delitua Lama. Bahkan sebagian warga lama di sana meyakini pasar gaib itu bisa dilihat lewat mimpi.
Lalu dari manakah dedemit-dedemit Pancur Gading itu berasal?
![]() |
Namun menilik cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, nampaknya, sosok Bolang Naga identik dengan Mambang Diyazid, adik Putri Hijau yang berwujud naga. Dalam mitologi yang dipercaya, Mambang Diyazid memang mokswa di Sungai Deli.
Abah Rahman terus bercerita. Suatu tempo, saat melakukan semadi di sana, makhluk halus di pasar itu tak hanya banyak bermodel manusia ras Asia, tak sedikit pula yang berkulit bule atau orang Eropa. ”Mereka itu rohnya orang-orang yang mati di kawasan ini. Ya orang-orang zaman baheula jauh sebelum kita ada atau manusia sekarang," jelasnya lagi.
Bergaul dengan masyarakat dedemit di Pancur Gading nyaris bukan pengalaman istimewa bagi Abah Rahman. Itu saking seringnya dia berinteraksi secara batin -demi terkabulnya niat dari wanita-wanita klien. "Bagi mereka, makin sering mendapat sesajen, maka permohonan
atau niat duniawi yang kita sorong pun semakin kuat mereka wujudkan. Karena itu pula, sekarang ini saban hari saya mengantar sesajen (dari pasien) untuk makanan mereka," beber Abah. Minyak Duyung, bertih, dan Bunga Datuk adalah 3 jenis sajen paling disuka dedemit Pancur Gading. Tertarik menguji kesaktian para dedemit di pasar gaib Pancur Gading? (dra)

