SUMUT

NASIONAL

Asmara Minta Kasat Pol PP Tanjungbalai Dicopot Terkait Dugaan Pungli dan Korupsi

Rabu, 17 Oktober 2018 | 19.46 WIB
Kali Dibaca |


Tanjungbalai-metrokampung.com
Aliansi Mahasiswa Merdeka (Asmara) Tanjungbalai turun ke jalan dan berunjuk rasa meminta Wali Kota agar mencopot Kasat Pol PP setempat terkait adanya dugaan Pungli dan Korupsi yang dilakukan instansi penegak Perda tersebut, Rabu (17/10).


Vicky Suprayoto koordinator aksi dalam orasinya mendesak Wali Kota HM. Syahrial untuk mencopot Kasat Pol PP karena kinerja instansi itu dinilai tidak layak dan tidak pantas memimpin institusi penegak Perda tersebut dan sudah mencederai visi pemerintah setempat berslogan religius. Selain itu, pengunjuk rasa meminta kepolisian setempat untuk mengusut dugaan Pungli ditubuh instansi tersebut.


"Sesuai investigasi kita, ditubuh Sat Pol PP diduga telah melakukan korupsi sesuai temuan  BPK RI pada tahun 2017 telah menemukan ketidaksesuaian belanja langsung di tubuh Satpol PP, salah satunya dugaan pemalsuan stempel pembelian suku cadang mobil dinas serta pembelian alat kebersihan kantor. PPTK nya berinisial DA. Akibatnya kerugian negara mencapai Rp. 31 Juta, " ucapnya.

Selain itu juga katanya, pihak Sat Pol PP juga diduga telah melakukan Pungli dari tempat-tempat hiburan malam/cafe sebesar Rp. 2 Juta perbulan dengan dalih untuk uang pengamanan.

"Kita sudah laporkan persoalan dugaan Korupsi dan Pungli ditubuh Sat Pol PP ke Mapolres Tanjungbalai. Kita akan kawal laporan tersebut dan kita juga akan turun lagi minggu depan, " ucap Vicky didampingi Wandi Koordinator Asmara usai menyerahkan berkas kasus dugaan korupsi dan pungli ke Polres Tanjungbalai.

Diakhir aksinya, Asmara mendatangi Polres Tanjungbalai sembari menyerahkan berkas terkait dugaan Pungli dan Korupsi tersebut. Kemudian para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.(laban/red)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru