SUMUT

NASIONAL

Efisiensi Atau Pemborosan Kah? PTPN 4 Melakukan Pembelian Mobil Truk Untuk Pengangkutan TBS

Selasa, 04 Desember 2018 | 18.40 WIB
Kali Dibaca |


Simalungun-metrokampung.com
Sebesar apapun Perusahaan dan Skala Bisnisnya, Efisiensi merupakan salah satu hal yang selalu menjadi target dalam setiap Perusahaan, secara sederhananya Efisiensi adalah penurunan biaya operasional sehari hari, dan efisiensi ini akan menjadi modal utama Perusahaan untuk lebih kompetitif dibanding perusahaan kompetitornya.

Belakangan ini beredar info terkait PTPN IV melakukan pembelian mobil truk pengangkut buah sebanyak 150 unit, tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap cash flow  atau keuangan dari PTPN IV dalam penganggaran dan pembayaran pengadaan kenderaan tersebut, bila dilakukan analisa apakah pembelian 150 unit kendaraan truk tersebut lebih Efisien?? Bukankah sebuah Pemborosan?? Perlu kita coba lakukan analisa dan pembahasannya.

Dalam pengadaan 150 unit kenderaan truk tersebut artinya Keuangan Perusahaan dibebankan dengan pembayaran unit tersebut, bagaimana skema pembayarannya?? Setelah beban membayar unit tersebut akan muncul beban biaya lainnya seperti : tenaga kerja Supir yang harus dibayar, Pemeliharaan dan perawatan kenderaan secara rutin maupun berkala, pergantian onderdil maupun sperpart, beban pajak kenderaan yang harus dibayar setiap tahun, Akan disibukkan lagi dengan kegiatan penghapusan aset dan pengadaan mobil, Tentu akan direpotkan mengurus administrasi operasional kendaraan,  dan beban harian yang angkanya lumayan yaitu Pembelian BBM. Artinya bila kita bandingkan dengan cara yang dilakukan selama ini  memberikan pekerjaan pengangkutan TBS kepada pihak ke tiga (vendor) bukankah lebih efisien?

Kebijakan ini sangat dirasa membingungkan, “Kok terkesan tidak meringankan beban perusahaan milik negara ya? Kalau dengan metode sebelumnya kan cukup hanya membayar biaya per kilo ongkos angkut TBS nya tanpa mikirkan biaya lainnya, abanglah sebagai reporter tolong tanyakan sama mereka “Cash Back dari pembelian 150 unit truk itu gimana ceritanya? Dan infonya saya dengar semua unit kendaraan truk tersebut didatangkan dari Pulau Jawa, Apa motivasinya ? Bukankah malah makin menambah beban nya membawa dari Pulau Jawa ke Sumatera? Ungkap M.Sinaga selaku ketua LBH BaraJP Kab.Simalungun.

Reporter metrokampung.com mencoba menghubungi Rizal Damanik selaku Dir SDM PTPN IV namun tidak direspon serta SMS yang dikirimkan berulang kali juga tidak mendapat jawaban, terkesan pengadaan 150 unit truk ini tertutup bagi umum padahal PTPN 4 adalah BUMN yang jelas sebuah perusahaan milik negara dan publik berhak mengetahuinya.

Lebih lanjut reporter mencoba mewawancarai ketua LBH BaraJP Kabupaten Simalungun M Sinaga terkait banyaknya polemik di PTPN 4, “Kita akan melaporkan secara resmi kepada pihak BPK RI untuk melakukan audit terhadap PTPN 4 secara menyeluruh, baik pengadaan 150 unit truk, pengadaan APD , Alat panen dan System pembayaran dan pengupahan terhadap pekerja pemanen yang non karyawan dengan system tumpangan gaji. Dan sebagai langkah terakhir akan menyampaikan laporan secara langsung ke Holding PTPN 3 di Jakarta dan ke Kementrian BUMN . Bila perlu ke Bapak  Presiden karena beliau adalah Pembina BaraJP,” tutupnya dalam wawancara tersebut.

Dikhawatirkan bila Dirut PTPN 4 Siwi Peni dan Jajarannya tidak melakukan pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien untuk antisipasi kemungkinan terburuk sebelum semuanya terlambat atau perusahaan kolaps, sebaiknya sebagai pemimpin di perusahaan negara tersebut Siwi Peni mampu  mengawasi dan mengevaluasi pejabat tinggi dan staf di PTPN IV serta menghimbau  untuk berperan aktif dalam melakukan efisiensi tersebut. Atau bila Siwi Peni merasa tidak mampu lagi memimpin perusahaan negara ini ada baiknya mengundurkan diri saja.(ms/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru