SUMUT

NASIONAL

Diperlukan Seluruh Pihak Mewujudkan Labura KLA

Rabu, 16 Januari 2019 | 22.14 WIB
Kali Dibaca |

Wabup Labura Drs Dwi Prantara MM serah kan plakat mepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Leny Nurhayanti Rosalina, SE, M.SC, M.Fin.

Labura -metrokampung.com
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terus berupaya menjadikan Daerah Kabupaten Layak Anak (KLA) dan diperlukan Peran seluruh pemangku kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk dapat mewujudkannya. 

Hal itu, disampaikan Bupati Labura melalui Wakil Bupati Drs. H. Dwi Prantara,MM pada saat menghadiri Acara Advokasi Percepatan Kabupaten Layak Anak, di Aula Ahmad Dewi Syukur, Kantor Bupati labura , Selasa (15/1).

Dwi,  menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Pemerintahan keadilan gender merupakan aspek yang sangat penting, karena tujuan utama pembangunan global (MDGS) hasil kesepakatan Negara se dunia. Salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak telah mengeluarkan berbagai regulasi sebagai payung hukum.

"Kami sangat mendukung upaya dan usaha untuk menjadikan Kabupaten Labuhanbatu Utara sebagai Kabupaten Layak Anak. Harus bahu membahu untuk mewujudkannya, Dengan membuat regulasi dan membentuk gugus tugas Kabupaten layak anak (KLA)", ujar Wabup.

Usai acara berfoto bersama Wabup jajaran OPD dengan Deputi tumbuh kembang anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Leny Nurhayanti Rosalina, SE, M.SC, M.Fin.
Dijelaskannya, yang mana kebijakan KLA bertujuan untuk mensinergikan sumber daya Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan. Dan merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia, melalui World Fit For Children (perlunya dunia yang layak bagi anak).

"Kita harus merubah paradigma, yaitu menempatkan posisi anak itu sebagai investasi masa depan, bukan sebagai aset. Melindungi dan memenuhi hak hak anak merupakan tanggung jawab bersama. Perlindungan anak harus dilakukan sejak dini", pungkas Dwi.

Acar dilanjutkan dengan pemaparan pentingnya Kabupaten Layak Anak (KLA) dan bagaimana cara mewujudkannya oleh Deputi tumbuh kembang anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Leny Nurhayanti Rosalina, SE, M.SC, M.Fin.

Turut hadir Asisten dan Staf ahli Bupati, Jajaran OPD Labura, para camat, PKK, Darmawanita, dan KPAID Kabupaten Labuhanbatu Utara.(stjg/kur/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru