PARIWISATA

NASIONAL

Pekerjaan Plumbing di Jln Alteri Diduga Keras Tidak Sesuai Juknis

Kamis, 10 Januari 2019 | 22.57 WIB
Kali Dibaca |


Tanjung Balai-metrokampung.com
Pekerjaan Plumbing distribusi air bersih yang saat ini masih dalam pelaksanaan di Jln.Alteri Kota Tanjungbalai diduga keras tidak sesuai dengan Juknis yang ditetapkan Pemerintah.Dugaan tersebut sangat beralasan,akibat dari pihak kontraktor selaku pelaksana pekerjaan tidak sesuai dengan SOP dan Juknis yang ditetapkan,salah satu tiang listrik tumbang  akibat alat berat jenis excavator yang sedang bekerja.

Koordinator Daerah ASSOCIATION INDONESIA OF REFORMATION - TANJUNGBALAI/ ASAHAN (A.I.R.TBA) Emil Sanosa  sangat menyesalkan tindakan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan Plumbing distribusi air bersih tersebut."Kontraktor yang mengerjakan Plumbing distribusi air bersih tersebut dalam pelaksanaannya asal jadi,tidak sesuai dengan SOP dan Juknisnya,"terangnya kepada awak media Selasa (8/1) di kota setempat.


Lanjut Emil lagi,pekerjaan Plumbing tersebut juga tidak ada Plank proyeknya.Sehingga pekerjaan Plumbing tersebut sangat fatal akan terjadi nya Tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. "Hal ini terlihat jelas bahwa rambu himbauan tidak dipakai kontraktor  pada saat dilaksanakannya  pekerjaan, dan kami menduga ada aroma persekongkolan jahat untuk keuntungan pribadi dan kelompok di dalam pekerjaan plumbing  tersebut oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.


Diduga juga ada oknum ASN Pemko Tanjungbalai yang telah menyalahgunakan wewenangnya dalam hal penggunaan dan perawatan alat berat/ excavator tersebut."Kerna  kami mengindikasi bahwa alat berat/ excavator tersebut merupakan salah satu asset milik salah satu instansi pemerintah kota Tanjungbalai  di dinas Lingkungan Hidup.Hal ini diperjelas dalam Perda kota Tanjungbalai No. 3 tahun 2012. bahwa hanya alat berat milik asset dinas PU saja yg masuk dan tercatat sebagai asset utk menambah PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Kota Tanjung Balai."

"Oleh kerna itu kami mendesak pihak Polres ataupun Kejaksaan Kota Tanjungbalai, agar menindak lanjuti atas terjadinya dugaan penggunaan alat berat/ excavator yang diduga milik dinas lingkungan hidup yang dijadikan sebagai keuntungan pribadi oleh oknum oknum nakal didinas Lingkungan Hidup.Juga menindak lanjuti terkait pekerjaan plumbing yang disinyalir kuat adalah proyek Asal jadi. kerna pekerjaan yang tidak Sesuai SOP/ Juknis yang dilakukan dijalan Besar itu dapat membahayakan khalayak Banyak, salah satu nya pengendara dan masyarakat setempat,"ujarnya. (Pungkas Danu/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru