PARIWISATA

NASIONAL

Setahun Bayar Pasang Baru Via Online, Rumah Bandar Tarigan Tak Juga Teraliri Listrik

Kamis, 24 Januari 2019 | 18.15 WIB
Kali Dibaca |


Gn Meriah - metrokampung.com
Sudah hampir setahun lamanya, Bandar Tarigan memohon pasang baru ke PLN Area Pematang Siantar. Iapun telah membayar lunas biaya administrasi pasang baru rumahnya yang berada di Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deliserdang melalui online sebagaimana yang disarankan petugas PLN pada Tahun 2018 lalu.
 Namun hingga Tahun 2019 ini, listrik yang dimohonkan Bandar Tarigan tak juga masuk ke rumahnya. Alhasil, rumah yang ditempati Bolang - kakek sebuatan Suku Karo, tetap gelap gulita di malam hari.

 Sementara warga lainnya yang bermohon pasang baru sama dengan Bandar sudah mendapat meteran listrik dari PLN. Disebutkan warga Desa Simempar, pada saat pemasangan jaringan baru di desa tersebut para pekerja rekanan PLN mengaku tiang listrik menuju rumah Bandar Tarigan telah habis. Sehingga rumah Bandar yang letaknya belasan meter dari rumah warga lainnya tak teraliri listrik.
 Pria beruban yang akrab disapa Bolang Biring itu, tetap berharap rumahnya bisa teraliri listrik PLN sama dengan rumah jiran tetangga lainnya yang telah masuk listrik.


 "Sudah hampir setahun kita bermohon pasang baru ke PLN. Ketika itu, petugas suvervisior PLN Area Siantar, Siahaan bilang gitu dibayar uang administrasi sambungan baru, paling lama sebulan listrik sudah masuk ke rumah pelanggan. Tapi ini sudah hampir setahun, tetap saja rumah Bandar Tarigan tak teraliri listrik,"ungkap kerabat Bandar kesal setengah mati.

 Johanes Manurung, Bagian Pelayan PLN Area Siantar seakan tak mau kalah dalam mengumbar janji dengan koleganya. Ia juga menuturkan bahwa 10 hari setelah bayar, listrik langsung menyala di rumah pelanggan.

 Masih kata kerabat Bandar Tarigan, entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan pemohon sambungan baru untuk bolak balik pergi ke PLN area Siantar guna minta kejelasan. Sementara pihak PLN tak juga memenuhi janjinya.

 Bahkan, sambung warga di sana, rekanan yang ditunjuk PLN untuk memasang jaringan listrik ke desa tersebut kerjanya asal-asalan. Kedalaman tiang diragukan kepatutannya. Kerja sehari libur beberapa hari. Saat bekerja mereka tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga mengabaikan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3).

Ketua GM FKPPI 0202 Deliserdang, Ekada Tarigan ketika dimintai tanggapannya sangat menyesalkan sikap dan tindakan PLN.

 "Kasihan warga, jangan lah dipermainkan," bilang Tarigan. (dra/mk)




Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru