SUMUT

NASIONAL

Pengusaha Muda Pautan Simanjuntak Akan Bangun Terminal Penampung Hasil Pertanian di Tapanuli

Rabu, 27 Februari 2019 | 14.32 WIB
Kali Dibaca |

Pautan Simanjuntak saat berbincang dengan pengusaha penampung Komudity di Kecamatan Siborongborong.Selasa (26/02).

Taput-Metrokampung.com
Salah seorang pengusaha sukses dalam bidang pengadaan Hotmix yakini Pautan Simanjuntak memberikan perhatian'nya dalam bidang pertanian, pada khususnya comudity pertanian bawang putih,bawang merah serta kentang dan Wortel.

Akan tetapi Pautan Simanjuntak tidak hanya ingin mementingkan kepribadiannya,namun juga ingin mendongkrak hasil pertanian masyarakat melalui persiapan pembangunan terminal Comudity pertanian di Silangit Siborongborong.Demikian disampaikan kepada Metrokampung ,Selasa (26/02) di Siborongborong.



" Kita sungguh kasihan melihat para petani yang selalu dilema dalam harga comudity pertanian,dimana setelah kita mengetahui harga komudity yang sebenarnya dalam harga pasaran, timbul dalam benak saya untuk membantu masyarakat untuk memasarkan harga Komudity melalui secara langsung ke Pusat,sebab kualitas daya saing hasil pertanian kita dari Sumatera Utara pada khususnya dari Tapanuli tidak kalah dari daerah Pulau Jawa".terang Pautan Simanjuntak.

Tidak hanya itu,kita juga akan mengelola lahan masyarakat dari lahan tidur menjadi lahan produktif, dengan catatan masyarakat pemilik lahan juga harus ikut serta bekerja mengelola lahan menjadi produktif, dan kita sebagai pengusaha siap menampung hasil pertanian, namun sebelumnya akan membuat perjanjian kerja sama yang sifatnya saling menguntungkan.

Disamping itu atas kerja sama dengan pihak petani, kita juga akan mempersiapkan bibit-bibit tanaman unggul melalui pembibitan yang di sediakan oleh para petani ahli kita,serta rutinitas pemaparan atau penyuluhan yang selalu disampaikan kepada para petani yang bekerja sama dengan kita "ujar kata Pautan Simanjuntak mengakhiri".

Hal lain yang di sampaikan dokter ahli Pertanian yang juga Pengusaha Pertanian Pieter Tangka kepada Metrokampung mengatakan,Tapanuli merupakan wilayah agraris, dimana sebagian besar penduduknya kerja di sektor pertanian (80 persen),sumber pendapatan penduduknya justru bersumber dari sektor pertanian. Hal ini berkaitan dengan salah satu permasalahan yang dihadapi para petani di Tapanuli ini khususnya masalah pemasaran comoditas pertanian.

Para petani masih melakukan sistem pemasaran yang tradisional, ada ketimpangan peranan antara para petani dengan pelaku pasar lainnya, petani masih sulit melepaskan diri dari keterkaitannya dengan para tengkulak, petani seringkali menjadi pihak yang hanya memperoleh bagian yang sangat kecil dalam sistem pemasaran.

Permasalahan tersebut akan sangat berkaitan dengan efisiensi dan sistem tataniaga yang ada dalam pemasaran komoditas pertanian di wilayah tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu kajian dan penelitian tentang tataniaga dan efisiensi serta perumusan strategi untuk perbaikan efisiensi tersebut.

Untuk itu atas kerja sama dengan Pak Pautan Simanjuntak yang memberikan perhatiannya dalam bidang pertanian ini,kita akan melakukan menjaga kestabilan harga melalui komuditas pemasaran harga Comudity tingkat Nasional atau Pusat, dan sebelumnya kita akan membangun terminal penampungan hasil Comudity pertanian yang sudah di tentukan sesuai dengan kebutuhan pasar, sehingga pergerakan para tengkulak tidak sembarangan melemparkan harga komudity, sehingga tercapailah peningkatan kesejahteraan masyarakat petani di Tapanuli ini,"Cetus Pieter Tangka.( JS/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru